Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Dari empat bahan pokok yang dijual di pasar murah hari terakhir menjelang Ramadhan di lapangan Blang Asan, Peusangan, Bireuen, Senin (16/2/2026) minyak goreng dan telur menjadi
incaran kaum ibu.
Sedangkan gula pasir dan beras menjadi urutan berikutnya.
Amatan Serambinews.com, hampir setiap kaum ibu yang antre panjang berbelanja membeli satu atau dua lempeng telur dan minyak goreng, bahkan ada yang sudah membeli antre lagi untuk dapat membeli telur maupun minyak goreng untuk kedua kalinya.
Pasar murah dalam rangka menyambut Ramadhan 1447 H digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh bersama dengan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Bireuen dipadati ratusan warga utamanya kaum ibu, membentuk lima baris antrean dengan panjangnya mencapai 25 meter lebih, sedangkan kaum bapak hanya satu baris antrean.
Plt Kadis Dagperinkop dan UKM Bireuen, Julfikar melalui Kabid Perdagangan, Reza Fitria kepada Serambinews.com mengatakan, pasar murah menyambut bukan suci Ramadhan ini digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Aceh di tiga lokasi.
Pasar murah menyasar masyarakat yang terdampak banjir ini hari pertama di Gampong Pante Baro Buket Panyang, kedua di lapangan Kutablang, dan terakhir, Senin (16/2/2026) di lapangan Blang Asan Peusangan yang digelar Disperindag Aceh kerjasama dengan Bulog dan Disdagperinkop dan UKM Bireuen.
Kabid Perdagangan mengatakan, antusiasme masyarakat sangat luar bisa di tiga lokasi kegiatan.
Artinya, masyarakat sangat membutuhkan kehadiran pasar murah.
Harga beras 10 kilogram biasa di pasar dijual Rp 160 -Rp 170 ribu, hari ini bisa diperoleh dengan harga 10
kilogram Rp 110 ribu.
Begitu juga dengan minyak goreng 2 liter Rp 33 ribu, gula 1 kilogram Rp13.500, telur 1 papan Rp 33.500 kalau satu paket Rp 195 ribu.
"Barang kebutuhan paling utama dicari minyak goreng sama telur, gula dan juga beras untuk kali ini alokasinya mencapai 6 ton," jelasnya.
Disebutkan, pasar murah di tiga lokasi ini kegiatan dari Disperindag Aceh dengan sumber dana APBA, sedangkan untuk pasar murah dari Pemkab Bireuen belum bisa dilaksanakan karena masih menunggu evaluasi Dana Alokasi Khusus Aceh. (*)