Jelang Ramadan, Anak Penjual Bunga Tabur di TPU Semper Raup Omzet Naik Dua Kali Lipat
Tim TribunTrends February 16, 2026 08:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Aroma pandan, melati, dan air mawar menyatu dengan udara pagi di area samping TPU Semper, Cilincing, Jakarta Utara. Sejak pukul 05.30 WIB, Fitri (34) sudah membuka lapak kecilnya dan menata ember-ember besar berisi bunga segar yang siap dirangkai menjadi bunga tabur.

Aktivitas Fitri baru berakhir menjelang petang, sekitar pukul 18.30 WIB. Lapak sederhana itu bukan sekadar tempat mencari nafkah, tetapi juga menjadi simbol perjuangan panjang keluarganya. Fitri melanjutkan usaha sang ibu yang telah berjualan bunga tabur di kawasan TPU Semper sejak tahun 1989.

Menurut Fitri, berjualan bunga tabur bukan usaha musiman. Setiap hari ia membuka lapak, meski momen tertentu seperti menjelang Ramadan dan Lebaran memang membawa peningkatan pengunjung. Ia mengaku, suasana ziarah mulai ramai sejak Jumat (13/2/2026), meski belum sepadat tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga: Suami Sakit Stroke, Penjual Bunga Ini Mampu Kuliahkan Anak hingga Lulus, Hobinya Menolong Anak Yatim

“Tahun sebelumnya lebih padat, bahkan sampai malam. Sekarang masih ramai, tapi enggak sepadat dulu. Mungkin karena faktor ekonomi,” ujarnya saat ditemui, dikutip dari Kompas.com.

Bagi pedagang bunga tabur, jumlah peziarah sangat berpengaruh terhadap omzet harian. Fitri biasanya mengambil stok bunga langsung dari petani agar harganya lebih terjangkau, meski sesekali juga berbelanja ke Pasar Rawabelong. Selisih harga antara petani dan pasar bisa cukup jauh, sehingga memengaruhi keuntungan.

Bunga yang dijualnya beragam, mulai dari pandan, kembang merah, kenanga, melati, hingga air mawar. Namun, jenis yang paling banyak diminati peziarah adalah kembang tiong. Untuk satu paket bunga tabur, Fitri mematok harga mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 120.000, tergantung isi dan jenis bunga.

Baca juga: PENJUAL Bunga yang Cantik & Awet Muda Ini Ternyata Istri Artis, Dulu Setia Suami Dibui, Rumah Disita

Menjelang Ramadan tahun ini, Fitri mengaku omzet yang diperoleh meningkat signifikan. Ia menyebut keuntungan yang didapat bisa mencapai dua kali lipat dari modal awal. Meski keuntungan besar tidak datang setiap hari, hasil penjualan bunga tabur tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Tradisi ziarah makam sebelum Ramadan menjadi faktor utama meningkatnya penjualan. Bagi masyarakat Muslim, ziarah dimaknai sebagai sarana mendoakan leluhur, mengingat kematian, serta membersihkan batin sebelum memasuki bulan suci. Tradisi ini telah mengakar kuat dan menjadi bagian dari budaya sosial-keagamaan di berbagai daerah Indonesia.

Tribun Jatim | Ignatia | TribunTrends.com | Afif Muhammad

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.