Pesan-pesan Janggal Pelaku Sebelum Bunuh Siswa SMP di Kampung Gajah, Ngaku Nyaman dengan Korban
Galuh Palupi February 16, 2026 08:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Terungkap sejumlah pesan janggal pelaku yang bunuh siswa SMP di Kampung Gajah, Bandung sebelum habisi korban, keluarga langsung bertindak!

Pelaku inisial YA (17) ditetapkan tersangka atas kasus pembunuhan terhadap siswa SMP ZA (14).

Sosok YA ini ternyata bukanlah orang baru bagi keluarga korban.

Korban dan YA sudah cukup lama mengenal, bahkan semenjak ZA masih duduk di bangku SD.

Sebelum kasus pembunuhan ini, ZA sempat mendapat kekerasan dari YA.

Paman korban, Undang Supriatna, menyebut ZA pernah dipukul YA sekitar setahun yang lalu.

Baca juga: Hubungan Pelaku dan Siswa SMP yang Dibunuh di Kampung Gajah, Sejak Kelas 6 SD Sudah Ada Tanda Bahaya

"Sebenarnya pernah dulu hampir setahun pernah ketemuan sama keluarga, dulu pernah terjadi pemukulan pelaku terhadap korban. Yang dipukul matanya. Sampai ngumpul di rumah ini dimusyawarahkan keluarga sana juga hadir sama RTnya," katanya.

Undang menganggap bahwa ZA dan YA bukan sebagai teman.

PEMBUNUHAN SISWA SMP - Kolase jejak medsos pelaku yang bunuh siswa SMP di Kampung Gajah (TikTok/@zy_yoga23)

Sebagi dari cerita ZA, ia sering kali dibully YA.

"Sebetulnya kedekatannya dianggap teman juga bukan teman, karena yang saya dengar dari cucu saya sering dipalakin, kan satu sekolah. Kedekatannya bukan sebagai teman, tapi kayak dibully lah," katanya.

Keluarga ZA bahkan sudah mengultimatum YA untuk tidak lagi menemui.

"Dulu udah langsung sama orang tuanya, kita komunikasi. Malah kita intruksikan jangan sampai pelaku ini menghubungi atau mendatangi atau ketemu sama korban, kita udah kasih ketegasan sama pelaku," katanya.

Atas kejadian itulah keluarga memutuskan untuk memindahkan ZA dari Garut ke Bandung.

"Makanya kita pindahkan ke Bandung untuk menghindari dari pelaku," katanya.

Upaya tersebut juga atas pertimbangan kelakuan YA yang diduga mengalami penyimpangan seksual.

Informasi yang diterima keluarga ZA, YA merupakan penyuka sesama jenis.

"Diduga dari hasil informasi, pelaku ada kelainan kayak laki-laki suka laki-laki, dari informasi dari guru di sekolah. Makanya kita menghindarkan korban tersebut, tadinya niat sekolah di Garut tapi karena ada kejadian seperti itu makanya kita pindahkan ke Bandung, ke bapaknya," kata Undang.

Jejak Medsos Perkuat Dugaan Keluarga

Baca juga: Sahabat Tega Bunuh Siswa SMP di Bandung, Dendam Pertemanan Diputus: Kamu Bahagia tapi Aku Sakit Hati

Dugaan dari keluarga korban ini diperkuat dengan temuan publik soal jejak medsos YA.

PEMBUNUHAN SISWA SMP - Kolase jejak medsos pelaku yang bunuh siswa SMP di Kampung Gajah
PEMBUNUHAN SISWA SMP - Kolase jejak medsos pelaku yang bunuh siswa SMP di Kampung Gajah (TikTok/@zy_yoga23)

YA ternyata kerap menuliskan komentar di unggahan akun lain yang bernada galau.

Dalam berbagai komentarnya itu, YA sering mengungkap rasa rindu pada korban.

"Kangen Ade Zain," tulis pelaku dalam sebuah postingan di TikTok.

YA juga beberapa kali curhat rasa galau karena merasa ditinggalkan oleh korban.

"Zainlah yang selalu buatku nyaman, tapi dia sudah pergi," tulisnya di sebuah komentar.

"Kesalahanku ditinggal ade," tulisnya di lain kesempatan.

Kronologi Pembunuhan

Pada postingannya itu, YA juga menambahkan tagar atau hastag #sahabat.

YA dan AP (17) ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian siswa SMP berinisial ZAAQ (14) atau akrab disapa Zain.

Pada kasus pembunuhan itu, YA berperan sebagai otak pelaku dan eksekutor.

Sementara AP mengamankan TKP termpat Zain dieksekusi pada Senin (9/2/2026).

"AP tahu tujuannya ingin menghabisi korban," kata Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra.

Baca juga: Siswa SMP di Bandung Dibunuh Sahabat, Keluarga Ternyata Sudah Larang Berteman: Secara Akhlak Bahaya

Keduanya berangkat dari Garut ke Bandung dengan menaiki sepeda motor.

Kampung Gajah - Bandung
Kampung Gajah - Bandung (Sonora/ist)

YA bahkan sudah membawa sangkur atau pisau dari Garut yang disimpan di bawah jok motor.

Sesampainya di Bandung, keduanya bertemu dengan Zain di dekat sekolah tempat korban.

YA kemudian mengajak Zain untuk mengobrol di sekitar eks Kampung Gajah.

Namun karena di depan kawasan itu ramai orang, YA lalu mengajak korban untuk masuk ke area dalam.

Keduanya lalu masuk, sementara tersangka AP menunggu di luar.

"Setibanya di lokasi, YA mengajak korban masuk ke dalam, pelaku AP sengaja tunggu di depan, nunggu motor dan lihat lokasi sekitar," jelasnya.

Sebelum masuk ke dalam eks Kampung Gajah, kata Niko, pelaku YA sempat mengambil sangkur atau pisau yang dibawanya dari Garut lalu menyimpan di jaket.

Saat di TKP, keduanya sempat berbincang hingga terjadi cekcok.

Baca juga: Siswa SMP di Bandung Dibunuh Sahabat, Keluarga Ternyata Sudah Larang Berteman: Secara Akhlak Bahaya

Pelaku yang emosi lalu mengambil botol yang ada di TKP lalu memukul kepala korban.

"Setelah dipukul botol, korban masih sadar, pelaku menusuk perut korban," kata Niko lagi.

Setelah melakukan aksinya, pelaku lalu mengambil ponsel dan jaket milik korban.

Ia lalu meninggalkan korban yang saat itu masih dalam kondisi belum meninggal dunia.

YA kemudian kembali ke AP dan mengatakan kalau dirinya sudah selesai membunuh Zain. Keduanya lalu kembali ke Garut.

Jenazah Zain baru ditemukan lima hari kemudian oleh kreator yang sedang membuat konten, pada Jumat (13/2/2026). (Tribun Trends/Tribun Bogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.