TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang cukup lama mengguyur sebagian besar wilayah Kulon Progo sejak Minggu (15/02/2026) hingga Senin (16/02/2026). Sejumlah kejadian hidrometeorologi pun dilaporkan terjadi akibat hujan deras tersebut.
Berbagai kejadian tersebut dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo. Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo, Setiawan Tri Widada mengatakan pihaknya masih terus melakukan pendataan.
"Sejauh ini ada 7 titik kejadian yang dilaporkan, kemungkinan masih bisa bertambah," kata Setiawan.
Kejadian yang dilaporkan dominan berupa longsor di sejumlah wilayah di Kulon Progo. Salah satu longsor dilaporkan terjadi di Kalurahan Banyuroto, Kapanewon Nanggulan.
Setiawan mengatakan longsor mengenai rumah milik Sarwadi (53), warga setempat. Longsor terjadi pada tebing yang berada persis di samping bangunan rumah.
"Longsor terjadi pada tebing setinggi 20 meter dan lebar 15 meter, sekitar pukul 02.00 WIB, Senin dini hari," ujarnya.
Sarwadi dan keluarganya saat ini sedang terlelap di kamar yang berada di sisi barat rumah.
Menurut Setiawan, longsor langsung mengenai sisi timur rumah dan menjebol tembok hingga membuat atap ikut roboh.
Longsor terjadi akibat hujan yang terus mengguyur sejak Senin sore. Longsor susulan pun sempat terjadi, termasuk potensi longsor susulan lain yang mengancam rumah yang ditempati Sarwadi.
"Saat ini Sarwadi dan keluarga mengungsi sementara di rumah kerabat demi keamanan," jelas Setiawan.
Ia pun turut mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama ketika hujan mengguyur dengan intensitas tinggi dan dalam waktu yang lama.
Kejadian longsor di rumah Sarwadi turut menarik perhatian aparat Polsek Nanggulan.
Kasihumas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko menyampaikan petugas Polsek Nanggulan turut diterjunkan untuk membantu penanganan longsor di sana.
"Tidak ada korban jiwa dari kejadian ini, namun kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 20 juta," ungkapnya.(alx)