TRIBUNWOW.COM - Pantun menyambut Ramadhan menjadi salah satu cara khas masyarakat Indonesia untuk berbagi kabar gembira jelang datangnya bulan puasa.
Dengan rima yang mudah diingat, pantun mampu menyisipkan nasihat, doa, dan permintaan maaf secara ringan namun tetap berkesan.
Kumpulan pantun ini dapat dimanfaatkan sebagai status media sosial, pesan singkat ke teman dan keluarga, atau pembuka acara bertema Ramadhan.
Lewat baris-baris sederhana, nuansa Ramadhan bisa terasa lebih hangat dan akrab sejak sebelum hari pertama puasa.
Baca juga: Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1447 H/2026 Denpasar Versi Kemenag, Lengkap Selama Sebulan
Berikut 10 variasi contoh pantunnya:
Pulangnya singgah beli makanan.
Ramadhan datang membawa berkah,
Mari sambut dengan hati penuh keimanan.
Burung berkicau di ranting jati.
Sebentar lagi Ramadhan datang berkunjung,
Saatnya bersihkan jiwa dan hati.
Terasa lelah lalu istirahat sebentar.
Ramadhan hampir di depan,
Mari persiapkan ibadah dengan sabar.
Tak lupa ikut beli kolak.
Ramadhan hadir penuh makna,
Semoga iman kita makin kokoh dan tegak.
Baca juga: Puasa Ramadhan Tinggal Menghitung Hari, Berikut Bacaan Niat Puasa dan Doa Berbuka Puasa
Langit indah memanjakan mata.
Ramadhan tiba membawa rahmat,
Mari perbanyak doa dan taubat kita.
Menatap langit berwarna temaram.
Jika ada salah kata dan sikap terlupa,
Mohon dimaafkan jelang Ramadhan.
Harumnya semerbak ke mana-mana.
Ramadhan datang penuh ampunan,
Jangan sia-siakan kesempatan yang berharga.
Pulang membawa hasil panen raya.
Ramadhan datang sekali lagi,
Semoga ibadah tahun ini jauh lebih bermakna.
Baca juga: Jadwal dan Link Live Streaming Sidang Isbat Kemenag, Awal Puasa Ramadhan 2026 Jatuh 18/19 Februari?
Airnya tenang menyejukkan hati.
Ramadhan menanti di depan hari,
Mari sambut dengan senyum dan silaturahmi.
Sekalian beli buku penguat iman.
Ramadhan datang mengetuk lembut,
Mari sibukkan diri dengan tilawah dan kebaikan.
Kumpulan 10 pantun jelang Ramadhan ini diharapkan dapat membantu pembaca menyebarkan semangat sambutan bulan suci dengan cara yang kreatif dan menyenangkan.
Setiap bait dapat langsung digunakan atau diadaptasi kembali agar sesuai dengan karakter dan gaya bahasa masing-masing.
Pantun-pantun ini juga bisa dikembangkan menjadi konten berseri menjelang hari pertama puasa, baik di grup keluarga maupun di lini masa media sosial.
Dengan begitu, suasana Ramadhan sudah lebih dulu hidup di hati sebelum azan magrib pertama berkumandang di bulan suci.
(Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret, Alifazahra Avrilya Noorahma/Tribunwow.com, Adi Manggala S)