TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) RI.
Kesepakatan kerja sama ini dalam rangka memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, riset, serta promosi pemanfaatan peluang kerja luar negeri yang aman dan terstruktur.
Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan pada Sabtu (14/2/2026), di Auditorium Ukhuwah Islamiyah UMP dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas serta perwakilan Kementerian P2MI RI.
Baca juga: UMP Purwokerto Kirim 9 Mahasiswa Ikuti Student Mobility Program di INTI University Malaysia
Hadir dalam kesempatan itu Dwi Setiawan Susanto, S.E., M.Si., Ak., selaku Direktur Jenderal Promosi Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (P3KLN).
Kerja sama ini mencakup penguatan literasi migrasi aman, pendampingan calon pekerja migran, pelatihan kompetensi, hingga kolaborasi riset terkait perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia.
Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut merupakan wujud komitmen perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata bagi persoalan strategis bangsa.
“UMP memandang isu pekerja migran bukan hanya soal penempatan kerja, tetapi juga menyangkut aspek perlindungan, peningkatan kompetensi, dan pemberdayaan keluarga migran. Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan peran akademik yang solutif dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Prof. Jebul.
Baca juga: Bahasa Asing Seru dan Asyik! Mahasiswa Internasional UMP Purwokerto hadir di SD Muhammadiyah Rawalo
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk memastikan bahwa setiap warga negara yang bekerja di luar negeri memiliki bekal kompetensi, literasi hukum, serta perlindungan yang memadai.
“Kampus harus hadir dalam isu-isu strategis nasional. Sinergi ini menjadi langkah konkret agar pendidikan tinggi turut memperkuat ekosistem migrasi aman dan bermartabat,” tambahnya.
Sementara itu, Dirjen Promosi Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (P3KLN), Dwi Setiawan Susanto menegaskan, pentingnya kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas dan daya saing pekerja migran Indonesia.
“Kami membutuhkan dukungan akademik untuk memperluas edukasi tentang peluang kerja luar negeri yang legal, aman, dan terencana. Perguruan tinggi seperti UMP memiliki kapasitas untuk menyiapkan SDM unggul yang siap bersaing secara global,” ungkap Dwi Setiawan.
Ia menambahkan bahwa promosi peluang kerja luar negeri harus diiringi dengan penguatan kompetensi, sertifikasi, serta pemahaman regulasi internasional agar pekerja migran Indonesia tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi juga duta bangsa yang profesional.
Kerja sama ini juga diharapkan membuka peluang program magang, pelatihan bahasa dan budaya negara tujuan, hingga penelitian bersama terkait dinamika pekerja migran dan kebijakan perlindungannya.
Dengan penandatanganan MoU tersebut, UMP kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun kolaborasi strategis lintas sektor, sekaligus memperkuat kontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing global. (*/tgr)
Baca juga: FKIP UMP Purwokerto dan Ikatan Keluarga Alumni UMP Gelar Seminar Nasional