Mulai Tema Pecel Lele hingga SPPG, Kreasi Santri Ramaikan Festival Liwet Nusantara
Dedy Herdiana February 16, 2026 09:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Kreativitas para santri mewarnai Festival Liwet Nusantara yang digelar dalam rangka Tarhib Ramadan di Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Senin (16/2/2026).

Beragam konsep unik dihadirkan, mulai dari tema pecel lele hingga dapur bergaya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terinspirasi fenomena makan bergizi gratis.

Muhammad Rasyaad Ar Raafy, santri kelas XII G MAN 1 Darussalam, mengatakan kelompoknya mengusung konsep pecel lele karena belum pernah dipakai angkatan sebelumnya.

“Idenya muncul waktu lagi nongkrong. Kita pikir, tema pecel lele belum pernah ada. Akhirnya kita coba dan ingin tampil lebih realistis sampai pinjam spanduk langsung dari warung pecel lele,” ujarnya saat ditemui saat Festival Liwet Nusantara.

Menu yang disajikan pun lengkap layaknya warung kaki lima, mulai dari lele goreng, ayam goreng, telur, tempe, tahu, cah kangkung, lalapan, hingga sambal khas racikan kelas XII.

“Kita goreng langsung di lokasi supaya aromanya terasa. Biar lebih real dan meriah,” katanya.

Tak hanya rasa liwet dan pecel lele yang khas, mereka juga ingin menunjukkan proses penggorengannya yang dilakukan di depan stand pecel lele itu.

Baca juga: Festival Liwet Nusantara Meriahkan Tarhib Ramadan 1447 H di Ponpes Darussalam Ciamis

Stand yang dibuat juga sama persis seperti warung pecel lele asli, bahkan lengkap dengan kostum khas pedagangnya hingga seragam tukang parkir yang biasa ada di dekat warung pecel lele.

Menurutnya, tahun ini terasa lebih kompak karena seluruh santri kelas XII digabung dalam satu tim besar, berbeda dengan kelas X dan XI yang masih per kelas.

Sementara itu, konsep tak kalah unik ditampilkan santri kelas X E, Muhammad Kafana Al Kafi. 

Ia bersama timnya mengangkat tema SPPG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dengan nama dapur “Socius Legends MAN 1 Darussalam".

“Kita terinspirasi fenomena MBG yang lagi ramai. Konsepnya sederhana tapi tetap bernuansa gizi dan Nusantara,” ujarnya.

Pemilihan tema SPPG juga bukan tanpa alasan, hal itu dilakukan karena ia dan teman-temannya sangat mengapresiasi program MBG yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menu yang mereka sajikan sarat filosofi, seperti jengkol yang disebut sebagai simbol kekhasan Indonesia, cah kangkung (olahan kangkung dengan konsep unik), tahu dan tempe sebagai lambang kesederhanaan, hingga ayam berbumbu abon.

Tak ketinggalan, mereka juga menamai menu nasi liwet dengan sebutan “Liwet Mama Saya” serta menyajikan minuman teh botol sebagai bentuk promosi produk dalam negeri.

Festival Liwet Nusantara sendiri menjadi agenda rutin menjelang Ramadan di Ponpes Darussalam Ciamis. 

Selain menumbuhkan kebersamaan, kegiatan ini juga menjadi ajang unjuk kreativitas santri dalam mengolah dan menyajikan kuliner khas Nusantara.(*)

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.