Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mengungkap berbagai kebijakan pemerintah pusat dan daerah, telah meningkatkan kunjungan wisata di provinsi itu di tahun 2025.
Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Jabar, Ninik Anisah menyebut jumlah wisatawan mancanegara baik yang melalui Bandara Kertajati dan menggunakan Whoosh, mengalami kenaikan secara bulanan (month to month/mtm) masing-masing 118,2 persen dan 34,5 persen. Sedangkan wisatawan nusantara naik 4,8 persen (mtm).
"Beberapa kebijakan yang diambil pemerintah sebetulnya berpengaruh juga terhadap perjalanan wisata Jawa Barat, seperti long weekend dengan penetapan tanggal merah (cuti bersama), anjuran WFA, pelarangan wisata ke luar daerah bagi siswa sekolah, termasuk Gubernur Dedi Mulyadi berkantor di lima wilayah," kata Ninik seperti dikutip dari Antara, Senin (16/2/2026).
Ninik mengungkapkan dalam data yang dihimpun BPS Jawa Barat, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui Bandara Kertajati sepanjang Desember 2025 sebanyak 395 kunjungan atau naik 118,23 persen dibandingkan November 2025 yang hanya sebanyak 181 kunjungan yang masih didominasi oleh wisatawan asal Singapura.
"Tapi secara perbandingan tahunan, kunjungan wisman memang kurang menggembirakan. Sepanjang 2025 kunjungan wisman hanya sebanyak 3.293 kunjungan, turun 68,06 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 10.309 kunjungan," ujar Ninik.
Sedangkan untuk kedatangan warga negara asing (WNA) ke Jawa Barat menggunakan Whoosh, mengalami kenaikan yakni sebanyak 23.025 kunjungan sepanjang Desember 2025.
Angka ini naik 38,41 persen dibandingkan November 2025 yang hanya sebanyak 16.635 kunjungan. Bahkan secara tahunan (year on year/yoy) naik 34,55 persen dibandingkan Desember 2024.
"Sepanjang tahun 2025, total WNA yang masuk ke Jawa Barat menggunakan Whoosh sebanyak 200.308 kunjungan atau naik 41,09 persen dibandingkan 2024 yang hanya sebanyak 141.971 kunjungan WNA," ucap Ninik.
Sementara perjalanan wisatawan nusantara (wisnus), Ninik mengungkapkan pendataan menggunakan "Big Data" berupa "Mobile Positioning Device (MPD)" dengan memanfaatkan "tracking" data sinyal seluler dengan berbagai ketentuan.
Sehingga didapatkan jumlah perjalanan wisnus Desember 2025 mencapai 18,53 juta perjalanan, naik 4,89 persen dibandingkan November 2025 yang sebanyak 17,66 juta perjalanan.
"Perjalanan wisnus 2025 mencapai 211,76 juta perjalanan, naik 26,50 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 167,40 juta perjalanan. Dan ini menjadi rekor tertinggi sejak tahun 2021," ucap Ninik.
Daerah tujuan utama wisnus masih seputar Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) dan Bandung Raya dengan persentase sebanyak 52,06 persen sepanjang 2025. Kota Bogor menjadi daerah tujuan wisnus tertinggi sebesar 15,04 persen, diikuti Kota Bandung sebesar 11,45 persen dan Kota Bekasi sebesar 6,82 persen.







