Pemkab Malang Gelar Rukyatul Hilal pada Selasa 17 Februari di Command Center Bupati Malang
Eko Darmoko February 16, 2026 10:35 PM

SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Pemkab Malang akan menggelar rukyatul hilal untuk menentukan awal puasa Ramadhan 2026.

Pelaksanaan rukyatul hilal akan berlangsung Selasa (17/2/2025).

Kegiatan ini akan melibatkan dari unsur Kementerian Agama Kabupaten Malang, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Malang, tokoh agama, serta civitas akademisi.

Kepala BMKG stasiun Geofisikan Kelas III Malang, Mamuri mengatakan, kegiatan ini akan berlangsung di Command Center lantai 9 Kantor Bupati Malang.

Ia menyebutkan, pengamatan hilal di wilayah Kabupaten Malang hanya dilakukan di satu titik saja.

"Seperti pada tahun sebelumnya, kegiatan berlangsung di Kantor Bupati yang ada di Jalan Panji, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang," kata Mamuri kepada SURYAMALANG.COM, Senin (16/2/2026).

Mamuri menyebutkan, pengamatan hilal mulai dilakukan pada pukul 16.00 WIB.

Sementara, hasil pemantauan baru bisa disampaikan setelah matahari terbenam.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Malang, Sahid membenarkan jika Pemerintah Kabupaten Malang akan melaksanakan rukyatul hilal, besok Selasa (17/2/2026).

"Seperti tahun lalu, Pemkab Malang akan melaksanakan kegiatan Rukyatul Hilal di lantai 9 gedung Pemkab di Kepanjen," tegas Sahid.

Kemenang Kota Batu

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu dipastikan tidak menggelar rukyatul hilal untuk penentuan 1 Ramadhan 1447 H di wilayah Kota Batu.

Kepala Kantor Kemenag Kota Batu, Moh Zainal Arifin mengatakan, pelaksanaan rukyatul hilal di wilayah Malang Raya akan dipusatkan di Gedung Pemkab Malang yang ada di Kepanjen pada Selasa (17/2/2026).

“Iya benar, Kemenag Kota Batu tidak melaksanakan rukyatul hilal secara terpisah. Kami bergabung dengan Kabupaten Malang dan Kota Malang,” kata Moh Zainal, Senin (16/2/2026).

Nantinya saat rukyatul hilal penentuan 1 Ramadhan 1447 H, Kemenag Malang Raya ini akan melakukan pengamatan dalam satu titik.

Sesuai intruksi dari Kementerian Agama secara nasional pemantauan hilal awal Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi di 96 titik di seluruh Indonesia akan digelar besok di hari yang sama.

“Nantinya hasil dari rukyatul hilal ini akan dibahas dalam sidang isbat yang digelar di Kantor Kementerian Agama Jakarta,” ujarnya.

Baca juga: Gubernur Khofifah Bagikan Sembako untuk Masyarakat Tak Mampu Jelang Ramadhan 2026

Berdasarkan data yang dirilis melalui laman resmi MUI, posisi hilal saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia masih berada di bawah ufuk.

Sedangkan ketinggian hilal berkisar antara minus 2 derajat 24 menit 42 detik hingga minus 0 derajat 58 menit 47 detik, dengan sudut elongasi antara 0 derajat 56 menit 23 detik hingga 1 derajat 53 menit 36 detik.

Ini mengacu pada kriteria visibilitas hilal yang digunakan, termasuk standar MABIMS, sehingga secara teoritis hilal belum memenuhi syarat untuk dapat terlihat.

Sementara itu Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026, berdasarkan metode hisab yang digunakan Muhammadiyah.

Dari total 96 titik nasional, sebanyak 21 lokasi pengamatan berada di wilayah Jawa Timur.

Lokasi-lokasi ini dipilih dengan mempertimbangkan letak geografis, ketinggian, serta aksesibilitas, mulai dari observatorium, menara masjid, hingga kawasan pesisir.

Pengamatan dilakukan oleh jajaran Kanwil dan Kantor Kemenag Kabupaten/Kota bekerja sama dengan Pengadilan Agama, ormas Islam, dan instansi teknis terkait.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.