Ajang Kemah Film Aceh 2026 di Aceh Tengah Bawa UKM Unimal Raih Penghargaan Terbaik
Rizwan February 16, 2026 09:54 PM

TRIBUNGAYO.COM - Kemah Film Aceh 2026 digelar di kawasan Temas River Park, Kabupaten Aceh Tengah pada 13–15 Februari 2026.

Ajang tersebut  membawa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Scenia Film Universitas Malikussaleh (Unimal) berhasil meraih penghargaa film terbaik.

Kegiatan Kemah Film Aceh 2026 di Aceh Tengah itu mengusung tema “First Action” dan menjadi ruang kolaboratif bagi insan perfilman Aceh untuk bertumbuh dan saling menguatkan.

Melansir Serambinews.com, prestasi membanggakan ditorehkan UKM yang baru resmi setahun yang lalu setelah dilantik Rektor Unimal, Prof Dr Ir Herman Fithra ST MT IPM Asen Eng.

Adapun judul film “Nongkrong” yang dinilai unggul dari sisi kekuatan narasi, kematangan teknis, serta soliditas kerja tim.

Ajang ini mempertemukan komunitas film, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di sejumlah kabupaten/kota di Aceh, serta pelaku industri kreatif dalam satu forum pembinaan intensif yang mendorong lahirnya karya-karya baru.

Kemah film ini diselenggarakan oleh Mata Sapi Film dan mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan sebagai bagian dari komitmen penguatan industri kreatif berbasis lokal.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti serangkaian kegiatan, mulai dari diskusi dan bedah film, lokakarya teknis produksi, praktik pengambilan gambar, hingga proses penyuntingan dan pemutaran karya yang kemudian dinilai oleh dewan juri profesional.

“Tema “First Action” dipilih untuk merepresentasikan keberanian generasi muda dalam memulai langkah nyata di dunia kreatif,” ujar Direktur Kemah Film Aceh 2026, Sirajul Munir, kepada Serambinews.com, Senin (16/2/2026).

Langkah pertamanya adalah fondasi penting dalam membangun perjalanan panjang yang konsisten dan berdaya saing.

Pada malam puncak, film “Nongkrong” karya delegasi UKM Scenia Film Unimal diumumkan sebagai Film Terbaik.

Film yang disutradarai oleh Ahmad Al Bastin alumni Prodi Ilmu Komunikasi Unimal, tersebut mengangkat dinamika sosial generasi muda dalam ruang pertemanan sehari-hari. Melalui pendekatan visual yang natural dan dialog yang relevan, film ini berhasil menyampaikan pesan sosial secara subtil namun mengena.

Sedangkan untuk ppenilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari Hendry Noerman, Sirajul Munir, dan Andy Hutagalung. 

Hendry Noerman menilai film tersebut memiliki kedalaman cerita yang kuat dengan konsistensi visual yang terjaga.

Sirajul Munir menekankan pentingnya orisinalitas ide dan keberanian dalam mengeksplorasi sudut pandang baru, yang menurutnya tercermin jelas dalam karya delegasi Unimal.

Kolaborasi tim produksi yang solid

Sementara itu, Andy Hutagalung mengapresiasi kolaborasi tim produksi yang solid, sehingga menghasilkan karya yang utuh dari aspek penyutradaraan, sinematografi, hingga penyuntingan.

Tim produksi film “Nongkrong” terdiri dari Ahmad Al Bastin, Chandra Aditya Sanjaya, M. Radja Abizar, Rafli Al Akbar, Randi Ilhan, Nazela Sopia, dan Angga Hardiansyah Harahap, mereka juga mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Unimal.

Kekompakan serta pembagian peran yang jelas dalam tim menjadi faktor penting yang mengantarkan mereka meraih penghargaan tertinggi dalam ajang tersebut.

Selain menjadi kompetisi, Kemah Film Aceh 2026 juga menghadirkan suasana belajar yang kondusif. 

Lokasi kegiatan di Temas River Park yang dikelilingi panorama alam Aceh Tengah turut memberikan inspirasi visual dan pengalaman produksi yang berbeda bagi para peserta.

Keindahan alam setempat dimanfaatkan sebagai latar pengambilan gambar sekaligus memperkaya nilai estetika karya.

“Kita harapkan keberhasilan UKM Scenia Film Unimal menjadi motivasi bagi mahasiswa dan komunitas film lainnya untuk terus berkarya serta memperkuat eksistensi perfilman Aceh di tingkat regional maupun nasional,” ujar Ahmad Al Bastin.

Semangat “First Action” yang diusung dalam kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai tema, melainkan menjadi gerakan nyata generasi muda Aceh untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pembangunan industri kreatif daerah.(*)

Baca juga: Laka Maut di Jalan Tol Sibanceh, Warga Asal Bireuen Meninggal, Begini Kronologinya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.