SURYA.CO.ID, GRESIK - Alfan Wahyuddin resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional Indonesia (Gapeknas) Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim), untuk masa bakti 2026-2027.
CEO sekaligus Direktur Utama PT Asuka Engineering Indonesia itu, dikukuhkan di Hotel Horison GKB Gresik, Senin (16/2/2026).
Alfan ditunjuk secara langsung untuk memimpin organisasi tersebut. Mendapat amanah sebagai Ketua Gapeknas Gresik, Alfan menekankan, bahwa prioritas awal kepemimpinannya mencakup penambahan jumlah anggota aktif.
Ia juga menargetkan penguatan hubungan dengan pemerintah daerah dan regulator, demi kelancaran industri jasa konstruksi di wilayah tersebut.
Area krusial yang menjadi perhatian Alfan, adalah kelancaran layanan perizinan dan sertifikasi usaha jasa konstruksi bagi seluruh anggota.
Hal ini mencakup pengurusan beberapa dokumen penting dan peningkatan tata kelola organisasi, seperti:
"Tentunya, kami akan mendorong sistem informasi dan pelaporan berbasis digital, sekaligus membenahi tata kelola organisasi dan menyusun laporan keuangan yang transparan serta dapat diaudit," ujarnya.
Alfan turut menekankan pentingnya budaya kolaboratif antar anggota untuk memajukan organisasi.
Alfan memberikan penegasan terkait integritas kepemimpinannya selama periode berjalan.
"Organisasi ini memiliki semangat kebersamaan. Saya juga menegaskan bahwa posisi Ketua tidak akan digunakan untuk meminta proyek pemerintah. Peran kami adalah memastikan ekosistem usaha konstruksi sehat, fair dan profesional," tegasnya.
Alfan juga menegaskan, bahwa kepemimpinannya akan berbasis kerja tim, dan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi seluruh pengurus.
"Saya tidak terbiasa bekerja sendiri. Semua program hanya bisa jalan kalau tim terlibat aktif. Saya mengajak seluruh jajaran Gapeknas Gresik untuk kerja bersama, mengupayakan peningkatan kualitas pelaku usaha konstruksi daerah dalam menghadapi tantangan industri yang semakin dinamis," tandasnya.
Di tempat yang sama, Ketua Gapeknas Jawa Timur, Baso Juherman, menambahkan bahwa mekanisme mini kompetisi kini membuka peluang lebih luas bagi anggota.
Ia menyebut ,penerapan e-katalog memungkinkan anggota Gapeknas untuk mengikuti tender secara transparan.
"Ke depannya, Gapeknas diharapkan tidak hanya menjadi wadah administrasi, tetapi juga aktif menyelenggarakan uji kompetensi bagi para anggota. Dengan pengalaman organisasi yang sudah berjalan lebih dari dua puluh tujuh tahun, estafet penguatan ini perlu dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya," jelas Baso.