TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Ratusan umat Konghucu memadati Kelenteng Tao Pek Kong Tarakan, Kalimantan Utara, untuk melaksanakan peribadatan menyambut malam puncak Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
Tema Imlek 2026 tahun ini mengusung Harmoni Imlek Nusantara.
Ketua Kelenteng Tao Pek Kong Tarakan sekaligus Ketua Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) Kaltara, Ayi Diyanto mengungkapkan tema tersebut selaras dengan perayaan umat Islam yang akan melaksanakan ibadah puasa Ramadan.
Menurut Ayi, tahun ini memang sangat spesial, dalam rajut keberagaman agama di Tarakan.
Umat Konghucu dan Islam sama-sama melaksanakan ibadah sesuai kepercayaan masing-masing.
"Jadi tahun ini spesial. Mudahan tahun depan juga demikian. Secara umum makna lainnya dari tema yang diusung, adanya pemerataan akan berimplikasi dengan munculnya kesejahteraan," kata Ayi Diyanto yang akrab disapa Koko Ayi.
Baca juga: 18 Pantun Imlek 2577, Cocok jadi Ucapan untuk Kerabat, tak Hanya Gong Xi Fa Cai
Lebih lanjut kata Koko Ayi, malam ini diperkirakan ada 600 jemaah datang sembahyang atau beribadah di kelenteng.
Mereka rata-rata melalui rangkaian ibadah termasuk menyalakan lilin. Kata Koko Ayi, penyalaan lilin ini sepasang.
"Menyalakan lilin dimaksudkan untuk keluarga. Dan agar di rumah masing-masing terasa terang dan rezeki selalu datang. Jadi lilin mereka ini dinyalakan selama sebulan di kelenteng," paparnya.
Ia melanjutkan lagi, puncak kegiatan adalah tengah malam ini menyambut Tahun Baru Imlek 2026 ke 2577 Kongzili.
"Jadi tahun ini persiapan kita sudah 100 persen, jadi masyarakat itu berduyun-duyun datang malam ini untuk menyambut tahun baru 2026. Jatuhnya pada tanggal 17 bulan 2 tahun 2026," papar Koko Ayi.
Pelaksanaan ibadah berlangsung sampai pukul 23.59 WITA sampai melewati pergantian waktu. Sembari masyarakat beribadah, malam ini ada pertunjukan barongsai juga ditampilkan.
"Setiap Imlek pasti ada ditampilkan di kelenteng," ujarnya.
Lebih lanjut Koko Ayi menyampaikan tahun ini masuk shio Kuda Api.
"Kalau kuda api ini mungkin kita tahu api itu memang membara tahun ini. Tapi kecepatan kuda itu selalu memicu 3 shio yaitu keberuntungan. Memicu shio ular, macan dan harimau," ujarnya
Menurut Koko Ayi, pada dasarnya semua shio unggul.
Ia berharap shio Kuda Api membawa kondisi keuangan lebih baik, namun juga harus diwaspadai.
"Ya itu satu ada pantangannya sebetulnya. Kita harus waspada gejolak yang akan terjadi juga. Jadi satu kita harus hematlah. Karena kalau tidak hemat ekonomi ini kan lagi kacau di dunia ini semua. Jadi termasuk Indonesia juga, jelasnya.
"Shio kuda ini memang kita harus hati-hati, tapi usaha tetap-tetap lancar. Banyak pengusaha yang akan timbul lagi nih, pengusaha baru," tambahnya.
Baca juga: Bertepatan Ramadan, Perayaan Imlek 2577 Kongzili di Tanjung Selor Tanpa Pawai dan Barongsai
Artinya lanjutnya memang ada plus minusnya. Dan tetap mewaspadai kondisi saat ini melihat juga kondisi ekonomi dunia. Masyarakat diharapkan bijak mengelola keuangan.
"Kita harus hematlah ya, karena tahun ini juga ekonomi di dunia ini kan agak kacau," tukasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah