Vicky Prasetyo Diisukan Terseret Penipuan Rp700 Juta, Nunun Lusida Hancur Hati Tabungan Anak Raib
Eri Ariyanto February 17, 2026 01:43 AM

TRIBUNNNEWSMAKER.COM - Komedian Vicky Prasetyo tengah diterpa kabar miring terkait dugaan kasus penipuan senilai Rp700 juta, yang disebut-sebut melibatkan beberapa pihak.

Kasus ini membuat Nunun Lusida terpukul, karena tabungan anak-anaknya dilaporkan ikut raib dalam peristiwa tersebut.

Publik pun ramai menyoroti bagaimana kasus ini berdampak pada keluarga, reputasi, dan kepercayaan masyarakat terhadap figur publik yang bersangkutan.

Baca juga: Miliki SHM, Suyadi Warga Solo Jateng Tetap Diusir dari Rumahnya, Fakta Munculnya 2 SHM Asli Disorot

 

Sebuah pengakuan datang dari seorang perempuan bernama Nunun Lusida (60) terkait dugaan penipuan yang menyeret nama pesohor Vicky Prasetyo. 

Dalam sebuah konferensi pers di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (16/2/2026), Nunun mengungkapkan kerugian materiil sebesar Rp700 juta yang hingga kini belum menemui titik terang.

Didampingi kuasa hukumnya, James Tambunan, Nunun menceritakan awal mula persoalan ini yang terjadi pada Januari 2024.

Saat itu, Vicky Prasetyo diduga memberikan janji politik kepada suami Nunun saat itu (kini bercerai) untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat 2024.

James Tambunan menjelaskan bahwa kliennya diyakinkan agar menyerahkan sejumlah uang agar sang suami saat itu dapat ditandemkan sebagai calon Wakil Bupati Bandung Barat.

Tidak hanya janji politik, James menyebut ada komitmen pengembalian uang dalam waktu singkat.

“Uang itu diminta dengan janji politik. Klien kami diyakinkan bahwa mantan suaminya akan ditandemkan sebagai calon Wakil Bupati. Selain itu, dijanjikan akan dikembalikan dalam waktu tiga hari,” kata James.

Vicky Prasetyo mengakui kekalahannya dalam Pilkada Pemalang 2024. Vicky menyinggung praktik politik uang (kolase/instagram)

Pengorbanan Tabungan Masa Tua

Sambil meneteskan air mata, Nunun memaparkan bahwa uang tersebut dikirimkan melalui transfer langsung ke rekening pribadi atas nama Vicky Prasetyo.

Keinginan untuk mendukung karier politik sang suami kala itu membuatnya rela merogoh tabungan pribadi hingga dana simpanan milik anaknya.

“Karena diyakinkan dan demi mendukung suami saya waktu itu, saya serahkan uang tabungan anak saya. Tapi setelah uang diterima, pencalonan itu tidak pernah terjadi dan uang tidak dikembalikan,” ujar Nunun.

Harapan tersebut sirna ketika pencalonan yang dijanjikan tidak pernah terwujud.

Setelah gagal maju dalam kontestasi tersebut, Nunun mengaku berulang kali menagih janji pengembalian uang kepada Vicky.

Namun, setelah hampir dua tahun berlalu sejak transaksi dilakukan, dana tersebut belum juga dikembalikan.

James Tambunan menilai unsur pidana dalam kasus ini sudah sangat jelas jika merujuk pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Kalau bicara hukum, unsur Pasal 372 dan 378 KUHP sudah terpenuhi. Ada janji, ada penyerahan uang, dan ada kerugian nyata yang dialami klien kami,” tegas James.

Pihak Nunun sebenarnya sudah menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus ini ke Polres Cimahi sejak tahun 2024.

James menyebutkan pihaknya telah melampirkan sejumlah bukti mulai dari bukti transfer, catatan percakapan, hingga saksi-saksi pendukung.

Meski demikian, hingga awal tahun 2026 ini, mereka merasa belum mendapatkan kepastian hukum yang jelas.

Konteks Politik di Bandung Barat dan Pemalang

Kontestasi Pilkada Bandung Barat 2024 sendiri telah usai dengan Jeje Ritchie Ismail dan Asep Ismail keluar sebagai pemenang.

Pasangan tersebut meraih 341.225 suara atau 37,40 persen.

Perselisihan hasil pemilihan yang sempat diajukan pasangan Hengky Kurniawan–Ade Sudrajat Usman juga telah ditolak oleh Mahkamah Konstitusi pada 5 Februari 2025.

Di sisi lain, Vicky Prasetyo sendiri pada Pilkada 2024 akhirnya maju sebagai calon Bupati Pemalang bersama Mochamad Suwendi melalui dukungan PKB.

Namun, langkahnya di Pemalang gagal setelah hanya memperoleh 121.158 suara (19,39 persen), kalah dari pasangan Anom Widiyantoro–Nurkholes.

Kini, di tengah dinamika politik yang sudah berlalu, Nunun hanya berharap ada itikad baik untuk pengembalian uangnya.

Pengorbanan besar yang telah ia lakukan berdampak signifikan pada stabilitas ekonomi keluarganya.

“Saya cuma minta uang saya dikembalikan. Itu untuk kehidupan saya dan anak-anak,” pungkas Nunun.

(TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.