Pria Habiskan Rp 2,3 M untuk Operasi Tinggi Badan, Nggak PD Terlihat 'Pendek'
GH News February 20, 2026 11:09 AM
Jakarta -

Seorang pria di Amerika Serikat bernama Aaron Trinh rela menghabiskan sekitar 140 ribu dollar (Rp 2,36 miliar) untuk operasi peninggi badan. Meski standar tinggi laki-laki di AS 68,9 inci (175 cm), tapi Aaron tidak merasa percaya diri dengan tinggi badannya yang 5 kaki 6 inci (167,6 cm).

Pelari ultramaraton 25 tahun itu mengatakan dirinya merasa seperti terlihat 'menonjol' dalam cara yang negatif karena tinggi badannya.

"Saya hanya harus menghilangkan pikiran ini dari kepala saya," ujar Aaron dikutip dari , Jumat (20/2/2026).

Operasi pemanjangan kaki, yang dulunya diperuntukkan bagi pasien korban trauma fisik atau yang lahir dengan kelainan bentuk, kini dipandang sebagai prosedur kosmetik. Istilahnya pun diubah menjadi 'stature lengthening' atau 'operasi penambahan tinggi badan'.

Ini merupakan prosedur yang rumit. Tulang kaki dipatahkan lewat operasi, lalu dipasang alat logam yang secara bertahap meregangkan tulang tersebut sekitar satu milimeter per hari untuk menambah tinggi.

Ayah Trinh, Tan, memahami pergulatan yang dialami olej putranya. Ia lalu memberikan dana Rp 2,36 miliar tersebut untuk operasi pada Mei 2025.

"Ini semacam stigma, dan saya merasa sangat sedih," ujar Tan.

Meski tinggal di Houston, Trinh pindah ke hotel dekat klinik di Florida tempat ia menjalani operasi. Klinik di tempatnya operasi mewajibkan pasien tinggal di sekitar lokasi untuk kontrol rutin selama masa pemulihan yang berjalan selama berbulan-bulan.

"Orang-orang sudah lama terganggu dengan tinggi badan mereka. Ini adalah awal dari kemampuan untuk mengatasi tentang hal itu," kata Dr Dror Paley, pemilik klinik tersebut yang pada tahub lalu saja, ia melakukan 155 operasi peninggian badan.

Operasi ini semakin populer berkat media sosial. The New York Times melaporkan klinik di Turki bahkan menawarkan harga promo yang lebih murah dibandingkan di Amerika Serikat.

Namun, Dr Paley mengingatkan pasien sering kali terlalu ambisius ingin menambah tinggi.

"Mereka mendorong agar proses peregangan terus dilakukan meski berisiko kehilangan fungsi. Dokter harus tegas menolak itu," katanya.

Trinh mengatakan ia menemukan komunitas daring yang saling berbagi pengalaman tentang nyeri saraf dan efek samping operasi peninggi badan. Lima bulan setelah operasi, ia masih menggunakan kruk dan khawatir mati rasa di tulang keringnya bisa menjadi permanen.

Namun, bagi Trinh semua itu sepadan. Ia berhasil menambah tinggi tiga inci (7,6 cm) menjadi 5 kaki 9 inci (175,3 cm).

"Sekarang saya benar-benar rata-rata, seperti yang saya butuhkan. Rasanya menyenangkan," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.