Bisakah Manusia Punya Anak di Mars? Eksperimen Ini Hasilkan 9 Bayi
GH News February 20, 2026 11:09 AM
Jakarta -

Para ilmuwan terus melakukan eksperimen untuk meneliti sejauh mana kehidupan bisa berkembang di luar angkasa, termasuk Bulan dan Mars. Terbaru, misi luar angkasa China mengirim hewan mamalia berupa tikus untuk mengetahui risiko terhadap reproduksi. Bagaimana hasilnya?

Lembaga riset terkenal di China, Chinese Academy of Sciences (CAS), mengirim empat tikus ke luar angkasa dengan pesawat Shenzhou-21 pada 31 Oktober 2025 lalu. Tikus-tikus melakukan perjalanan hingga 14 November 2025.

Usai kembali ke Bumi, tikus-tikus berhasil melahirkan 9 bayi pada 10 Desember 2025. Tikus sendiri memiliki masa kehamilan sekitar 19-21 hari.

"Misi ini menunjukkan bahwa perjalanan luar angkasa jangka pendek tidak mengganggu kemampuan reproduksi tikus," kata Profesor Wang Hongmei dari CAS, dikutip dari IFL Science.

"Ini juga memberikan sampel yang sangat berharga untuk penyelidikan tentang bagaimana lingkungan luar angkasa memengaruhi tahap perkembangan awal pada mamalia," tambahnya.

Anak-anak Tikus yang Bertahan, Dianggap Sehat

Meski pada akhirnya tiga anak tikus mati, peneliti menyebut anak tikus yang bertahan, dalam kondisi sehat dan menyusu dengan normal. Peneliti juga memantau kebugaran dan keseimbangan hidup tikus-tikus usai melahirkan.

"Tikus-tikus tersebut terlihat bergantian beristirahat di sarang-sarang perlindungan di dalam fasilitas dan sesekali aktif memanjat di sepanjang dinding kandang - tampak lincah dan beradaptasi dengan baik," kata para peneliti.

Peneliti mengatakan bahwa perjalanan singkat dua minggu tikus sebenarnya terhitung panjang. Sebab, dalam siklus hidup tikus yang pendek, dua minggu setara dengan lebih dari satu tahun di luar angkasa bagi manusia.

Tikus Telah Menjalani Misi Luar Angkasa sejak 1950

Misi luar angkasa dengan mengirim tikus bukan hal baru, bahkan sudah ada sejak 1950. Pada 1972, lima ekor tikus telah mengorbit Bulan dalam misi Apollo 17.

Kemudian pada 2018, 20 ekor tikus dikirim ke ISS untuk dibandingkan dengan tikus yang identik di Bumi. Namun, percobaan tersebut merahasiakan identitas induknya.

Dengan berbagai percobaan mamalia ke luar angkasa, peneliti memandang bagaimana ke depan badan antariksa bisa lebih ambisius. Misal dengan mengirim mamalia yang lebih besar untuk terbang ke melintasi Bulan. Namun, untuk menjawab apakah manusia bisa melahirkan di luar angkasa atau tidak, masih sebatas teori.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.