Kementerian Pertanian Gelar Tanam Padi di Lokasi Optimasi Lahan di Tanjung Lago Banyuasin Sumsel
pairat February 20, 2026 12:27 PM

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Kementerian Pertanian  (Kementan) melalui program Optimasi Lahan (Oplah) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan produksi padi dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian. 

Komitmen Kementan melalui Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) melakukan tanam bersama percepatan luas tambah tanam (LTT) lokasi Optimasi Lahan (Oplah) di Desa Sri Menanti Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (19/2/2026). 

Mentan Andi Amran Sulaiman menyampaikan harapannya agar program Oplah mampu memberikan dampak signifikan bagi kemandirian pangan.

Kementan lakukan tanam bersama optimasi lahan di Tanjung Lago
TANAM BERSAMA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui program Optimasi Lahan (Oplah) melakukan tanam bersama percepatan luas tambah tanam (LTT) lokasi Optimasi Lahan (Oplah) di Desa Sri Menanti Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (19/2/2026).

Baca juga: Gelar Millenial Agricultural Forum, SMKPPN Kementan Berbagi Strategi Perkuat Swasembada Pangan

"Kita menargetkan oplah ini dapat menghasilkan setidaknya dua hingga tiga kali panen dalam satu tahun. Potensi alam yang subur dan air yang melimpah diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan," ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menuturkan bahwa SDM memegang peran yang sangat penting dalam perkembangan pertanian, karena menjadi faktor utama dalam peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan. 

Presiden RI sudah mendeklarasikan swasembada pangan, perjuangan swasembada agar berkelanjutan, penyuluh dan petani harus tetap termotivasi. Hal ini dapat menjadi semangat untuk peningkatan produktivitas menjadi 6 ton per hektare, peningkatan indeks pertanian meningkat.

"Penyuluh harus terus melakukan pendamping brigade pangan agar paham proses bisnis, melakukan konsolidasi lahan dgn pemilik lahan dengan kerjasama minimal 5 tahun." tegas Idha. 

"Dukungan pemerintah seperti subsidi pupuk, bantuan benih, dolomit, pestisida dan herbisida serta Badan SDM sudah mempunyai MOU dengan Bulog untuk menyerap gabah petani Brigade Pangan." tambah Idha. 

"Kementan juga menginisiasi pendirian SPBU-Pertanjan untuk meningkatkan produksi Banyuaasin sebagai percontohan proyek pertanian modern. Diharapkan Sumatera selatan menjadi produsen beras no 1 di Indonesia bisa tercapai." Tutur Idha. 

Bupati Banyuasin diwakili Asisten III Zakirin menyampaikan Kabupaten Banyuasin mendukung ketahanan pangan, dengan komitmen dimana kabupaten Banyuasin penghasil gabah dan peningkatan produksi padi peringkat pertama di Indonesia. 

"Harapannya untuk tahun 2026 dapat meningkatkan untuk produktivitas dari 5 hektar menjadi 6 Hektar dan peningkatan indek pertanaman sehingga Banyuasin tetap mendukung swasembada Pangan." Harap Zakirin. 

kepala SMK PP Negeri Sembawa selalu PJ Brigade Pangan Sumsel, Budi Santoso menyampaikan untuk Kabupaten Banyuasin Oplah 2024 sudah berhasil melakukan Indeks pertanaman sampai tiga, dan lokasi yang sedang kita tanami sekarang merupakan penanaman kedua kali setelah panen, ditahun 2025 seluas 11.700 hektare dan 48 BP dan di tahun 2026 seluas 23.800 hektar dengan 119 BP sedangkan untuk CSR untuk Banyuasin sudah 30 persen dan sesuai arahan tidak menunggu selesai langsung proses tanam.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.