Demi Amplop Tarawih Rp 300 Ribu, Viral Warga Sumenep Rela Antre di Masjid Sejak Siang Hari
Odi Aria February 20, 2026 12:27 PM

SRIPOKU.COM - Pemandangan tidak biasa mewarnai malam pertama salat Tarawih di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Ribuan warga tampak memadati sejumlah masjid hingga meluber ke jalan raya.

Menariknya, antusiasme ini bukan tanpa alasan, warga dikabarkan mengincar pembagian zakat mal sebesar Rp300 ribu per orang.

Baca juga: Viral Siswa SD Minta MBG Diganti Uang Rp15 Ribu Saat Puasa: Mau Beli Takjil dan Baju Lebaran

Fenomena ini mendadak viral setelah diunggah oleh akun TikTok @ceritakotakeris.

Dalam video tersebut, terlihat kerumunan massa yang luar biasa padat di beberapa titik strategis di pusat kota Sumenep.

Antre Sejak Siang Hari

Berdasarkan narasi dalam video tersebut, para jemaah bahkan sudah mendatangi area masjid sejak siang hari, jauh sebelum azan Magrib berkumandang.

Hal ini dilakukan demi mendapatkan tempat terdepan agar tidak melewatkan kesempatan mendapatkan santunan.

"Ini hari pertama tarawih, di Masjid Laju sudah full. Waduh, hari pertama tarawih sudah antre bosku," ujar suara pengunggah dalam video tersebut.

Kondisi serupa juga terlihat di kawasan Kampung Arab.

Saking membeludaknya jemaah, banyak warga yang terpaksa menggelar sajadah di tengah jalan karena area dalam masjid sudah tidak mampu lagi menampung orang.

Tradisi Zakat Mal Tokoh Nasional

Usut punya usut, kerumunan ini dipicu oleh tradisi tahunan pembagian zakat mal yang dilakukan oleh tokoh politik asal Sumenep sekaligus Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah.

Politisi PDIP tersebut memang dikenal rutin membagikan rezeki kepada warga setempat setiap memasuki bulan suci Ramadan.

Pada tahun ini, informasi yang beredar menyebutkan bahwa setiap jemaah yang hadir berkesempatan mendapatkan amplop berisi uang tunai sebesar Rp300.000.

"Cuma Ramadan pertama doang kalau tahun kemarin," tulis salah satu netizen di kolom komentar, menjelaskan bahwa pembagian dengan nominal besar tersebut biasanya hanya terjadi di malam pembukaan salat Tarawih.

Fenomena Tahunan

Meski menuai beragam reaksi dari netizen, ada yang memuji kedermawanan sang tokoh, namun ada pula yang mengkhawatirkan keselamatan jemaah karena berdesakan kejadian ini telah menjadi bagian dari dinamika Ramadan di Sumenep.

Bagi warga setempat, momen ini bukan sekadar mengejar materi, melainkan juga simbol keberkahan di awal bulan suci Ramadan.***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.