Polisi Lakukan Contra Flow di Jalan Sultang Agung Bekasi Imbas Banjir
Joseph Wesly February 20, 2026 01:50 PM

 

Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN- Polisi Lalu Lintas (Polantas) melakukan Contra Flow atau buka jalur lawan arah di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jumat (20/2/2026).

Kanit Lantas Bekasi Barat, Iptu Aspeni, mengatakan Contra Flow dilakukan imbas jalan dari Kota Bekasi menuju Jakarta Timur terendam banjir.

Ditambah kemacetan juga terjadi akibat banjir tersebut.

"Untuk sementara kendaraan roda dua maupun roda empat, untuk sementara untuk mengalihkan kepadatan ya dilakukan Contra Flow," kata Aspeni di lokasi, Jumat (20/2/2026).

Aspeni menjelaskan, Contra Flow diterapkan dengan jarak sesuai titik banjir.

"Contraflow-nya di sini saja, di sepanjang jalan sini, dari depan Vivo sampai depan BTN. Itu Jalan Sultan Agung, sepanjang Jalan Sultan Agung ya," jelasnya.

Polisi berpangkat perwira itu menuturkan, Contra Flow diberlakukan juga untuk mengantisipasi kendaraan sepeda motor mogok saat melintasi banjir. 

Seperti diketahui, kemacetan terjadi dari depan pom bensin Vivo hingga Taman Kota (Tamkot) Bekasi.

Baca juga: Jalan Utama Penghubung Bekasi ke Jakarta di Kranji Banjir, Beberapa Kendaraan Mogok

"Banjir ini melanda sepanjang jalan kira-kira 150 - 200 meter, persisnya dari depan Vivo sampai depan BTN, lalu untuk kepadatan sampai belokan Tamkot Bekasi, lalu untuk kelancaran diupayakan sedemikian (rupa)," tuturnya.

Aspeni menyampaikan, banjir itu disebabkan intensitas curah hujan tinggi di lokasi sejak Kamis (19/2/2026) malam.

Saat ini, sekira pukul 09.36 WIB, ketinggian atau debit air banjir mencapai lebih kurang 30 sentimeter.

"Air hujan turun dari semalam. Mungkin naik airnya dari jam 05.00 WIB, ketinggian air 20-25 sentimeter di ruas jalan, tapi paling tinggi mungkin 30 sentimeter mungkin ada, yang paling, paling tinggi (di sisi) kiri, itu aja," ucapnya.

Pantauan jurnalis Tribun Bekasi di lokasi, guna dapat melintasi banjir, pengendara sepeda motor yang tidak memilih jalur Contra Flow nampak melintas di sisi paling kanan jalan.

Hal itu dilakukan karena kontur jalan yang miring atau bagian sisi kiri lebih rendah.

Pengemudi mobil, bus, dan truk pun nampak melakukan hal serupa, sehingga tidak hanya dilakukan sepeda motor.

Menanggapi peristiwa banjir itu, seorang pengendara, Firman Nasruli (32) mengeluhkan kondisi tersebut.

Sebab menurutnya, banjir di lokasi ini sudah kerap terjadi.

"Udah sering banjir di sini, waktu itu pernah juga sekitar satu bulan lalu, belum ada solusinya," kata Firman dengan nada mengeluh, Jumat (20/2/2026).

Firman berharap Pemerintah, baik Kota, Provinsi, atau pusat dapat segera memberikan solusi terkait banjir ini.

"Harapan sih biar cepat ada solusi, pemerintah tolong deh, bulan kemarin saya telat kerja karena macet banjir di sini, sekarang untung lagi santai, coba kalau telat lagi, bisa rugi saya," harapnya. (M37)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.