BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya mendorong PT Timah, untuk menaikan harga timah mengikuti dengan kenaikan harga timah dunia, Jumat (20/2/2026).
Hal ini diungkapkan usai menggelar audiensi bersama PT Timah dan masyarakat, terkait Nilai Imbal Usaha Jasa Pertambangan (NIUJP) pada wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah.
"Tuntutan mereka ini mengingatkan kembali kesepakatan Dirut, dengan perwakilan masyarakat tanggal 8 November 2025. Pasca aksi itu disepakati bahwa jika harga timah dunia naik, maka harga timah di tingkat masyarakat yang menjadi mitra juga ikut naik," ujar Didit Srigusjaya.
Diketahui sebelumnya pihak PT Timah sepakat untuk membeli timah Rp300 ribu dengan kadar SN 70 persen.
Namun Didit Srigusjaya membeberkan di lapangan masih ditemukan, timah masyarakat ada yang dibeli dengan harga Rp100 ribu hingga Rp150 ribu.
"Fakta di lapangan, harganya tidak naik dan ini yang dituntut oleh masyarakat. Saya juga minta teman-teman PT Timah, untuk menghargai masyarakat. Artinya masyarakat sudah memberi timah kepada mereka, tolong hargai juga dengan harga yang baik," ucapnya.
Lebih lanjut diketahui kini Kementerian ESDM sedang mengatur formulasi Harga Pokok Minimum, sebagai standar untuk menentukan harga timah kepada masyarakat.
Didit Srigusjaya berharap adanya kebijakan respon cepat dari PT Timah selagi menunggu HPM rampung dan terealisasi.
"Kalau kita menunggu harga HPM dari pusat, saya khawatir masih lama dan ini sudah mau Lebaran. Intinya kedatangan mereka hanya meminta harga timah dinaikkan dan meminta Dirut berkomitmen, terhadap apa yang sudah disampaikan kepada perwakilan tanggal 8 November," jelasnya.
Pihaknya juga secara tegas mendukung langkah penertiban, namun dengan aturan yang jelas dan sesuai dengan hukum yang berlaku.
"Jika memang alasannya ada mitra yang bermain harga, beri sanksi kepada mitranya itu sederhana. Soal idealnya harga berapa, saya bukan dari PT Timah," bebernya.
Prwakilan masyarakat dari Kabupaten Bangka Barat, Rahman mengungkapkan kedatangannya untuk meminta PT Timah membeli timah menyesuaikan kenaikan harga timah dunia.
"Kalau harga timah naik maka ke masyarakat juga ikut naik, itu inti kedatangan kami. Kalau misalkan aspirasi ini tidak direalisasikan maka kita akan koordinasi lagi ke pihak DPRD, kalau memang tidak ada jalan mungkin akan ada demo-demo jilid dua," ungkap Rahman.
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)