Tangis Maryam, Ibu yang Anaknya Kehabisan Uang di Kamboja, Pamit Kerja di Resto Kini Tak Bisa Pulang
Talitha Daren February 20, 2026 02:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Maryam, warga Jalan KH Wahid Hasyim, Palembang, tengah diliputi kecemasan luar biasa atas kondisi anaknya, Andri Al Alfajri (28), yang kini berada di Kamboja dalam kondisi terlantar.

Sebagai seorang ibu, Maryam tak henti-hentinya menahan tangis meski masih rutin berkomunikasi dengan Andri melalui WhatsApp.

Kekhawatirannya bertambah karena Andri mengaku sudah kehabisan uang di sana.

Maryam pun mengaku tak mengetahui secara pasti pekerjaan anaknya di Kamboja.

Yang ia ketahui hanyalah Andri bekerja di sebuah restoran, namun kondisi dan keberlangsungan pekerjaannya di luar negeri masih menjadi misteri yang menambah kegelisahannya.

Baca juga: Pria dalam Video Minta Pulang dari Kamboja, Pemprov Sumsel Turun Tangan Telusuri Fakta

Sebut Anaknya Sudah Kehabisan Uang

Kekhawatiran Maryam makin bertambah sebab anaknya tersebut mengaku sudah kehabisan uang di sana.

"Katanya uangnya sudah tidak ada lagi. Mau tidur di hotel juga tidak ada uang. Kami di sini juga tidak punya biaya untuk bantu kirim,” kata Maryam saat ditemui tim Tribunsumsel.com, Kamis (19/2/2026).

Maryam tak tahu pasti pekerjaan anaknya di Kamboja. Ia hanya tahu anaknya bekerja di sebuah restoran.

Dikatakannya, Andri berangkat ke Kamboja pada Oktober 2024 atas inisiatif sendiri untuk bekerja.

Maryam kembali tak kuasa menahan tangis mengungkap bahwa keberangkatan anaknya itu hanya berselang satu bulan sebelum ayahnya meninggal dunia.

Sejak itu juga, Andri menjadi tulang punggung keluarga dan rutin mengirim uang termasuk untuk biaya adik bungsunya yang kini duduk di bangku kuliah. 

"Jadi dia belum pernah ke makam ayahnya. Harapan saya sebenarnya dia bisa pulang lebaran tahun ini. Tapi ternyata dia kesulitan pulang," ujarnya.

"Dulu, Bapaknya sempat pesan jangan lama-lama di sana. Andri juga bilang iya. Dia bahkan sudah beli tiket pulang dengan harga sekitar Rp 4 juta karena mau mengenang satu tahun bapaknya, tapi ternyata visanya sudah mati,” jelasnya.

Baca juga: Kisah Kelam Pangeran Sihanouk: Keluarga Kerajaan Kamboja Hancur oleh Rezim Brutal Khmer Merah

WARGA DI KAMBOJA - Maryam warga di Palembang tak kuasa menahan tangis saat diwawancarai di rumahnya, Kamis (19/2/2026) (Tribun Trends/Youtube/Tribun Sumsel)

Tak Tahu Kondisi Pekerjaan Anaknya

Maryam mengatakan, Andri sempat mengurus perpanjangan visa dan berkas-berkas seperti Kartu Keluarga serta  ijazah telah dikirim untuk keperluan administrasi kepulangannya ke Indonesia. 

Ia menyebut proses pengurusan di KBRI sudah dilakukan sejak Desember 2025, namun hingga kini Andri belum bisa kembali ke Indonesia.

“Dia bilang tunggu visa keluar, mungkin dua sampai tiga bulan. Tapi kami tidak tahu pasti karena jauh di luar negeri dan kami juga tidak tahu harus menghubungi siapa,” tuturnya.

Maryam juga mengaku tidak mengetahui secara detail kondisi pekerjaan anaknya di sana.

Ia hanya mendapat cerita-cerita baik dari Andri. 

Terkait kabar maraknya kasus penipuan atau pekerja terlantar di luar negeri, Maryam menduga jika pun ada masalah, anaknya mungkin tidak tega untuk bercerita jujur agar ibunya tidak sedih.

“Dia ceritanya yang bagus-bagus saja. Mungkin tidak berani cerita yang sebenarnya. Saya hanya bisa bilang hati-hati,” katanya.

Baca juga: Pria Malaysia Terkait Jaringan Penipuan Kamboja Ditangkap Saat Masuk Singapura

Transfer Terakhir November 2025

Sebelumnya, Andri rutin mengirimkan uang kepada keluarga. Transfer terakhir diterima pada November 2025. 

Sejak Desember 2025, kiriman tersebut berhenti karena Andri mengaku sudah tidak bekerja.

Maryam berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah maupun pusat untuk memulangkan anaknya dengan selamat.

“Kabarnya Pak Prabowo mau memulangkan TKW yang seperti itu, Alhamdulillah kalau memang ada bantuan. Kalau biaya sendiri kami tidak ada. Kami berharap Gubernur Sumsel dan Wali Kota Palembang bisa membantu agar anak saya bisa pulang dengan selamat,” ucapnya.

Ia menegaskan, jika Andri nantinya berhasil kembali ke tanah air, keluarga tidak akan mengizinkannya lagi bekerja ke luar negeri.

“Ke depan tidak boleh lagi ke luar negeri. Biar kerja di sini saja yang penting dekat dengan keluarga,” kata Maryam.

(TribunTrends.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.