KDM Puji Suster Ika Selamatkan 13 Korban TPPO Asal Jabar di Maumere NTT
Joseph Wesly February 20, 2026 03:50 PM

 

TRIBUNBEKASI.COM, BANDUNG- Gubenur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) memuji aksi heroik yang dilakukan oleh Suster biarawati Ika asa Nusa Tenggara Timur.

Suster Ika dengan gagah berani dan didorong rasa kemanusiaan yang tinggi menyelamatkan 13 orang perempuan yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Sosok Suster Ika diketahui merupakan Ketua Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F) yang aktif melakukan advokasi korban kekerasan perempuan dan anak di wilayah NTT.

Dia menyelamatkan para korban disekap di tempat hiburan malam Pub Eltras di Maumere.

Ke-13 wanita yang menjadi korban TPPO tersebut berasal dari Provinsi Jawa Barat, Mereka berasal dari Karawang, Bandung, Cianjur dan Purwakarta.

Gadis muda ini menjadi korban perdagangan orang setelah diiming-imingi diberi pekerjaan bagus di Maumerem Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Suster Ika Dipuji KDM

Melalui sambungan video call, KDM mendengarkan kronologi terjebaknya ketiga perempuan muda asal Jawa Barat di Maumere tersebut dari Suster Ika.

Keduanya terlihat terlibat perbincangan serius. 

Lewat video yang diunggah KDM di akun insgramnya, KDM terlihat berada di dalam mobil ketua keduanya berbincang.

Menggunakan setelan putih-putih yang menjadi ciri khasnya, KDM terlihat mendengarkan cerita suster Ika dengan seksama.

Di unggahnnya tersebut, KMD mengungkapkan bagaimana telaten dan detailnya Suster Ika memberikan pendampingan kepada para korban.

KDM juga mendoakan Suster agar selalu sehat dan selalu di lindungi Tuhan.

Diiming-imingi gaji besar di NTT

Kepada KDM, Suster Ika mengungkap kronologi penyelamatan bermula dari pesan WhatsApp salah satu korban pada 20 Januari 2026 yang meminta bantuan keluar dari Pub Eltras.

Korban mengaku tertekan, depresi, dan tidak diizinkan keluar kamar maupun datang ke kantor TRUK-F.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Suster Ika bersama tim TRUK-F berkoordinasi dengan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sikka dan melakukan penjangkauan pada 21 Januari 2026.

Saat operasi penyelamatan, polisi berjaga di luar lokasi, sementara Suster Ika masuk dan meminta izin manajemen pub untuk bertemu korban.

Korban yang ditemui langsung keluar kamar dengan kondisi ketakutan dan gemetar, lalu diamankan dan dimintai keterangan awal.

Bukti Kekerasan hingga Penjemputan 13 Korban

Sehari setelah penyelamatan pertama, tiga korban lain menghubungi Suster Ika dan mengirim foto luka lebam akibat kekerasan yang diduga dilakukan pemilik pub.

Para korban juga menyerahkan daftar nama 13 pekerja asal Jawa Barat yang ingin keluar dari tempat tersebut.

Didampingi PPA Polres Sikka, Suster Ika kemudian menjemput seluruh korban. Namun identitas mereka sempat ditahan pihak pub dan baru diserahkan setelah diminta kepolisian.

Pada 23 Januari 2026 dini hari, seluruh korban berhasil dibawa keluar dan ditempatkan di rumah aman TRUK-F untuk pendampingan.

Sempat Dihalangi Kuasa Hukum Pemilik Pub

Proses penjemputan sempat mendapat keberatan dari kuasa hukum pemilik Pub Eltras yang menuding penjemputan tidak sah.

Namun polisi menunjukkan Surat Perintah Penyidikan (Spindik) sehingga penjemputan tetap dilakukan dan korban dibawa ke rumah aman.

Para korban kemudian melapor resmi ke polisi pada 6 Februari 2026. Hingga kini proses hukum masih berjalan dan belum ada penetapan tersangka.

Suster Ika menilai proses terkendala karena pihak terlapor mengulur waktu pemeriksaan serta penggunaan pasal KUHP baru, bukan UU TPPO.

Kondisi 13 Korban Asal Jabar di NTT

Suster Ika menjelaskan 13 korban berasal dari Bandung, Cianjur, Karawang, dan Purwakarta. Sebagian bahkan masih di bawah umur saat direkrut.

Mereka dijanjikan pekerjaan dengan gaji Rp8–10 juta per bulan, fasilitas tempat tinggal dan kecantikan. Namun setibanya di Maumere, korban dipaksa bekerja di luar kontrak, dibatasi makan, dan tidak boleh keluar area pub.

Para korban juga mengalami kekerasan dan pelecehan seksual.

Saat ini seluruh korban berada di rumah aman TRUK-F dan mendapat pendampingan psikologis serta hukum. Kondisi mereka dilaporkan berangsur membaik.

Kasus ini kini menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah Gubernur Dedi Mulyadi yang terus berkoordinasi dengan Suster Ika dan pihak terkait untuk penanganan korban.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.