Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI- Ujian datang di hari kedua Ramadan 1447 Hijriah, warga Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat harus berpuasa ditengah banjir akibat hujan deras mengguyur sejak Kamis (19/2/2026) malam.
Genangan air merendam permukiman warga di lima desa dan memaksa ratusan kepala keluarga mengungsi.
Banjir dipicu intensitas hujan tinggi yang disertai luapan Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL) dan Sungai Kalijambe.
Air mulai menggenangi permukiman sejak dini hari dan terus meningkat seiring naiknya debit sungai.
Di Perumahan Wahana Srimukti, Desa Srimukti, ketinggian air berkisar antara 40 hingga 70 sentimeter. Sejumlah rumah warga terendam dan akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan.
Seorang warga, Linda mengatakan air mulai masuk ke rumah sejak pagi. Ia memilih mengungsi ke rumah kerabat karena genangan terus bertambah akibat luapan Sungai CBL.
“Banjir sejak pagi, mulai naik pas kita beres makan sahur. Air sudah mulai masuk ke rumah. Sungai CBL mulai meluap, kalau Kali Bekasi belum. Saya mengungsi ke rumah saudara,” kata Linda, Jumat (20/2/2026).
Warga lainnya, Habibah menyebut ketinggian air mencapai sekitar 70 sentimeter pada Jumat pagi.
Ia mengungsi ke wilayah Ujung Harapan untuk menghindari dampak banjir yang semakin meluas. “Pasti parah lagi banjir kali ini,” tambahnya.
Selain Desa Srimukti, banjir juga melanda Desa Sriamur, Desa Srijaya, Desa Satria Jaya, dan Desa Satria Mekar. Data sementara pihak Kecamatan Tambun Utara mencatat sedikitnya 700 kepala keluarga terdampak.
Banjir ini merupakan kejadian keempat di wilayah Tambun Utara sejak awal 2026.
Warga berharap pemerintah segera merealisasikan normalisasi Sungai Cikarang Bekasi Laut dan pembangunan tanggul permanen untuk mencegah banjir berulang.
"Kalau kayak gini capek banjir mulu, harus ada solusinya biar engga begini terus," jata dia.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dody Supriyadi membenarkan banjir merendam Kecamatan Tambun Utara.
“Benar, kami masih menginventarisir titik banjir wilayah yang terdampak termasuk Tambun Utara,” katanya. (MAZ)