TRIBUNJAKARTA.COM - Dua tembok tangguh Persija Jakarta dipastikan absen saat kontra PSM Makassar dalam laga lanjutan pekan ke-22 Super League 2025/2026, Jumat (20/2/2026).
Sedangkan, PSM Makassar wajib mewaspadai dua pemain Brasil yang membela Macan Kemayoran.
Laga panas Persija Jakarta Vs PSM Makassar bakal tersaji di Jakarta Internasional Stadium (JIS), Jakarta Utara, Jumat (20/2/2025) kick off pukul 20.30 WIB.
Persija Jakarta dipastikan tidak dapat diperkuat dua palang pintunya saat menjamu Juku Eja.
Dua tembok pertahanan Persija Jakarta yang dipastikan absen yakni Rizky Ridho dan Paulo Ricardo.
Rizky Ridho absen karena harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning.
Sedangkan Paulo Ricardo mengalami cedera saat Persija menang 1-0 lawan Bali United,
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza khawatir meski tanpa Rizky Ridho dan Paulo Ricardo. Juru taktik asal Brasil itu tetap optimis anak-anak asuhnya bisa bermain baik melawan PSM.
Meski demikian, Mauricio Souza mengakui bahwa kedua pemain tersebut merupakan pilar penting Persija. Namun, ia tidak mau menjadikan kondisi itu sebagai alasan utama.
Eks pelatih Madura United itu masih melihat pemain lain yang bisa diberikan kesempatan untuk membuktikan kualitasnya.
"Ya, keduanya tidak dalam kondisi untuk bermain. Satu cedera dan satunya terkena suspensi. Tapi kami punya pemain pengganti di dalam skuad. Kami akan mencoba menurunkan formasi terbaik yang mungkin,” ujar Mauricio Souza dikutip dari Bolasport.com
Mauricio Souza menegaskan setiap pemain Persija harus siap kapan pun dipercaya tampil.
Menurutnya, inilah momen penting bagi kedalaman skuad untuk menunjukkan bahwa Persija tidak bergantung pada satu atau dua pemain saja.
"Ini momen bagi skuad untuk menunjukkan bahwa mereka punya kualitas. Tidak ada yang bisa kita perbuat soal absennya mereka. Kami harus mencari solusi di dalam skuad,” katanya.
Mauricio Souza juga menyoroti kondisi cedera Paulo Ricardo.
Ia memastikan tim medis masih terus memantau perkembangan pemain asal Brasil, terutama karena cedera tersebut terjadi di bagian otot.
"Mereka dua pemain penting yang tidak akan main. Tapi saya percaya pada setiap pemain yang saya masukkan ke lapangan. Paulo Sergio mengalami cedera otot (hamstring). Kami belum tahu berapa lama dia akan menepi,” jelas Mauricio Souza.
Selain itu, Mauricio Souza, menegaskan tidak ada jaminan tempat utama bagi siapa pun tampil di skuad utama.
Mauricio menilai seluruh pemain harus menunjukkan kualitas dan kesiapan sebelum dipercaya tampil.
Pun dengan pemain anyar Persija, Jean Mota. Seperti diketahui mantan rekan setim Lionel Messi tersebut belum dipercaya tampil di dua laga sebelumnya, kontra Arema FC dan Bali United.
Mauricio mengakui kualitas Jean Mota. Namun, ia menegaskan keputusan akhir tetap bergantung pada kondisi dan kesiapan pemain saat ini.
“Jean adalah pemain yang sangat bagus. Jika bermain bersama tim, dia akan menjadi lebih baik lagi. Saya tidak meragukan kualitasnya. Namun, jika dia bermain untuk Persija dan mengenakan jersey Persija, dia harus menunjukkan kualitas dan kesiapan. Saya akan memilih pemain yang siap,” ujar Mauricio dalam konferensi pers jelang laga kontra PSM di JIS, Sunter, Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Pelatih asal Brasil itu juga menanggapi pertanyaan terkait peluang tampilnya Mauro serta para pemain anyar lainnya.
Menurutnya, penilaian pemain tidak bisa hanya didasarkan pada status baru atau nama besar semata.
“Kadang terlihat seolah-olah pemain baru selalu lebih baik dari pemain lama, seakan-akan kami harus selalu memainkan pemain baru untuk memuaskan suporter. Namun, saya yang setiap hari bersama mereka. Saya tahu kondisi mereka dan kapan mereka siap bermain,” tegasnya dikutip dari Tribunnews.com.
Mauricio meminta semua pihak melihat secara objektif kondisi pemain, termasuk riwayat bermain di klub sebelumnya.
Ia mencontohkan beberapa pemain yang kerap disorot publik.
“Pattynama adalah pemain yang bagus. Doni juga pemain yang sangat bagus. Saya tidak bisa memainkan pemain hanya untuk memuaskan suporter. Saat ini Doni adalah salah satu pemain paling penting di tim saya,” jelasnya.
Ia juga menyinggung contoh lain terkait penilaian publik terhadap pemain yang sempat diragukan performanya.
Menurut Mauricio, evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Banyak yang dulu mengkritik Gustavo, dan banyak juga yang meminta pemain lain dimainkan lebih dulu. Namun, kita harus menganalisis dengan baik. Ada pemain yang sempat dianggap tidak tampil maksimal, tetapi ketika diberi kesempatan berikutnya, dia bisa bermain luar biasa,” katanya.
Mauricio menutup dengan menegaskan kepercayaannya terhadap seluruh skuad Persija.
Ia memastikan setiap keputusan yang diambil murni berdasarkan performa dan kontribusi pemain di dalam tim.
“Saya percaya pada tim saya. Tidak ada pemain yang bermain hanya karena nama. Mereka bermain karena apa yang mereka lakukan dan karena saya menilai mereka layak bermain. Pemain yang sudah ada sejak awal kompetisi juga harus dihargai. Ketika saya pikir mereka harus bermain, mereka akan bermain,” pungkasnya.
Tak hanya itu, Mauricio juga menyoroti kondisi rumput JIS dikabarkan masih belum rapi.
Persija terakhir kali bermain di JIS pada September 2025 ketika imbang kontra Bali United.
Setelah itu, JIS dipakai konser dan kondisi rumputnya sampai sekarang belum juga membaik.
Persija pun akhirnya berkandang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat.
Sesekali, Persija juga bermukim di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah.
Kembali lagi ke JIS, pelatih Persija, Mauricio Souza, angkat bicara. Juru taktik asal Brasil itu tidak mau terlalu memikirkan kondisi lapangan jelang laga melawan PSM.
Eks pelatih Madura United itu menegaskan bahwa fokusnya saat ini membawa Persija tampil maksimal dan meraih kemenangan.
Kata Mauricio Souza, kondisi rumput bukan menjadi alasan yang harus dibenarkan atas performa tim di lapangan.
"Itu adalah hal yang tidak terlalu kami ambil pusing. Kadang kami main di SUGBK, kadang main di JIS. Beberapa kali kami main di Solo. Kami harus beradaptasi sepanjang waktu dengan kondisi yang ada,” ujar Mauricio Souza.
Menurutnya, adaptasi merupakan bagian dari kehidupan tim profesional, terutama di kompetisi dengan jadwal padat dan lokasi pertandingan yang kerap berpindah.
Ia menilai seluruh pemain sudah terbiasa menghadapi berbagai situasi, baik dari sisi stadion, atmosfer penonton, hingga kualitas lapangan.
Mauricio Souza juga menegaskan dirinya sudah berulang kali menjelaskan pandangannya soal JIS.
Karena itu, ia merasa tidak ada lagi hal baru yang perlu diperdebatkan terkait topik tersebut.
Mauricio Souza ingin anak asuhnya menjaga konsentrasi pada strategi permainan dan target hasil, bukan pada faktor eksternal yang berada di luar kendali mereka.
Baginya, laga ini menjadi momentum penting untuk menjaga konsistensi performa sekaligus memperkuat posisi di klasemen.
"Saya sudah bicara berkali-kali tentang JIS dan stadion-stadion lain. Jadi tidak banyak yang perlu dikomentari. Kami harus memberikan yang terbaik di lapangan besok, terlepas di mana pertandingannya,” tegas Mauricio Souza.
Dikutip dari Tribun Timur, berikut head to head Persija Jakarta Vs PSM Makassar.
Posisi Persija Jakarta di klasemen Super League 2025/2026 memang jauh di atas PSM Makassar,
Hingga pekan 21, Persija bertengger di posisi 3 klasemen dengan 44 poin.
Persija hanya terpaut 3 poin dari Persib Bandung sebagai pemuncak klasemen.
Sedangkan PSM Makassar tertahan di posisi 13 dengan 23 poin. Dari lima pertemuan terakhir kontra PSM Makassar, Persija hanya memperoleh satu kemenangan.
Sedangkan PSM Makassar mengoleksi 2 kemenangan atas Persija Jakarta. Dua laga lainnya Persija dan PSM Makassar harus berbagi poin.
Sementara itu, PSM Makassar harus mewaspadai dua pemain Brasil Persija Jakarta.
Dua pemain Brasil harus diwaspadai yaitu Maxwell Souza dan Allano Lima. Keduanya sama-sama menjanjikan kemenangan kala menjamu PSM Makassar.
Maxwell dan Allano Lima juga tak diragukan dalam urusan mencetak gol. Maxwell Souza menjadi top skorer sementara Super League dengan 12 gol.
Sementara Allano Lima telah mencetak 6 gol bersama Persija Jakarta. Laga ini merupakan pertemuan kedua PSM Makassar dan Persija Jakarta.
Putaran pertama, PSM Makassar mengalahkan Persija Jakarta 2-0 di Stadion BJ Habibie.
Namun Persija Jakarta terusir dari markasnya Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Meski tak main di SUBGK, Persija Jakarta, tetap percaya diri. Maxwell mengaku Persija telah bekerja keras dalam mempersiapkan tim.
Apalagi, pertandingan akan digelar di JIS yang dikenal bisa memberi tekanan yang besar kepada lawan, lantaran jarak yang dekat antara lapangan dengan tribune penonton.
"Saya merasa sangat percaya diri untuk laga selanjutnya melawan PSM Makassar. Kami telah bekerja keras untuk menang dan mendapatkan tiga poin," kata Maxwell kepada awak media di Jakarta.
"Itu menjadi hal yang penting agar kami bisa tetap berjuang memperebutkan gelar juara," jelasnya dikutip dari Tribun Timur.
Sementara itu, sesama penyerang Brasil milik Persija, Allano Lima, mengaku timnya tengah dalam kepercayaan diri tinggi setelah berhasil memetik kemenangan di kandang Bali United pada pekan sebelumnya.
Dia juga berjanji bakal membantu Macan Kemayoran dengan cara menciptakan gol ke gawang PSM demi mengunci kemenangan di kandang.
"Kami sangat percaya diri, kami tahu ketika tampil di kandang, kami harus bisa menciptakan gol," ucap Allano.