Datang dari Kebumen, Enam Pelajar Diamankan di Tambak Banyumas Diduga Hendak Perang Sarung
rika irawati February 20, 2026 05:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Deru puluhan sepeda motor yang melaju kencang di wilayah Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (20/2/2026) dini hari, membuat polisi yang tengah patroli melakukan pengejaran.

Polisi yang tengah melakukan patroli itu berhasil mengamankan enam remaja dari sekitar puluhan yang berhasil kabur.

Enam remaja itu diamankan di Desa Gumelar Lor, Kecamatan Tambak, Banyumas, sekitar pukul 02.15 WIB.

Dari pemeriksaan awal diketahui, mereka datang dari Kebumen untuk melakukan tawuran di Desa Gumelar Lor.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus Silalahi mengatakan, peristiwa bermula saat Kapolsek Tambak Iptu Sabar Riyadi bersama anggota melaksanakan patroli rutin dengan sasaran jalan raya, pertokoan, dan permukiman warga.

Baca juga: Bukannya Ibadah, Warga Sumbang Banyumas Bawa Narkoba di Area Musala SPBU Padamara

Saat itulah mereka melihat rombongan motor berjumlah sekitar 30 sepeda motor melintas di depan Mapolsek Tambak dengan kecepatan tinggi dan gerak-gerik mencurigakan.

"Sehingga langsung dilakukan pemantauan dan langkah antisipatif lebih lanjut," katanya, Jumat.

Petugas kemudian mengejar rombongan tersebut hingga wilayah perbatasan Sumpiuh.

Menyadari dikejar polisi, sejumlah pengendara berbalik arah ke Tambak dan berhasil diamankan warga di sekitar Makam Gunungsari, Desa Gumelar Lor.

Mereka kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan, polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu buah sarung yang ujungnya diikat menyerupai benda tumpul. 

Barang tersebut diduga akan digunakan dalam aksi tawuran maupun perang sarung.

Enam remaja yang diamankan masing-masing berinisial AAK, FAS, YA, ANS, AS dan FAR. 

Seluruhnya merupakan warga Kabupaten Kebumen.

Keenam remaja tersebut selanjutnya diberikan pembinaan dengan menghadirkan orangtua, pihak sekolah, serta perangkat desa guna mencegah keterlibatan dalam kenakalan remaja maupun tindak kekerasan jalanan.

Petrus mengimbau para remaja tidak terlibat dalam aksi tawuran maupun perang sarung yang berpotensi membahayakan diri maupun orang lain.

"Momentum Ramadan seharusnya dimanfaatkan untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang positif, produktif, dan bermanfaat," imbuhnya.

Baca juga: Jam Kerja ASN Banyumas Hanya 7 Jam 15 Menit saat Ramadan 2026, Sekda Wanti-wanti Soal Layanan Publik

Ia juga menegaskan pentingnya peran aktif orangtua dalam mengawasi pergaulan anak-anak, khususnya selama bulan Ramadan. 

Terutama agar tidak terjerumus dalam aktivitas negatif yang berpotensi mengganggu ketertiban umum maupun membahayakan keselamatan diri dan lingkungan sekitar.

"Pengawasan dari keluarga menjadi kunci utama dalam mencegah kenakalan remaja." 

"Kami berharap, orangtua dapat berperan aktif dalam membimbing anak-anak agar memanfaatkan waktu selama Ramadan untuk kegiatan yang bermanfaat serta menjauhi aktivitas yang berpotensi mengarah pada pelanggaran hukum," tambahnya.

Pihak kepolisian berharap, melalui sinergi antara Polresta Banyumas, orangtua, dan lingkungan masyarakat, para remaja dapat menjalani bulan Ramadan dengan kegiatan yang positif sehingga situasi kamtibmas di wilayah tetap aman, tertib, dan kondusif. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.