TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Memasuki hari kedua bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Tradisional Modern Belopa, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, terpantau merangkak naik.
Kenaikan terjadi pada komoditas bawang, wortel, kentang, hingga tomat.
Salah seorang pedagang sayur, Sulaiman, menyatakan harga bawang merah kini naik Rp5 ribu.
Pekan lalu, bawang merah dijual Rp45 ribu, sekarang menjadi Rp50 ribu per kilogram.
Menurutnya, stok bawang merah itu ia dapatkan dari petani di Kabupaten Enrekang.
Bawang putih juga mengalami tren serupa.
Baca juga: Awal Ramadan, Supermarket di Antang Ramai Warga Beli Sembako
Kata Sulaiman, bawang putih pekan lalu awalnya dijual Rp40 ribu, kemudian merangkak naik menjadi Rp45 ribu per kilogram.
Sementara itu untuk komoditas cabai, harganya relatif stabil.
"Cabai merah besar dijual Rp25 ribu per kilo, cabai merah keriting Rp28 ribu per kilo," jelas Sulaiman kepada Tribun-Timur.com, saat ditemui sembari mengupas kulit ari tumpukan bawang putih yang ada di depannya, Jumat (20/2/2026) siang.
Kata Sulaiman, adapun komoditas lain yang mengalami kenaikan saat Ramadan ialah wortel dan kentang.
Harga keduanya naik Rp2 ribu per kilogramnya.
Sehingga, sambung Sulaiman, harga wortel kini dibanderol Rp20 ribu per kilogram.
"Begitu juga kentang Rp20 per kilo, sebelumnya cuman Rp18 ribu," akunya.
Sulaiman juga menyebut, harga tomat juga naik.
Semula harga tomat dijual Rp5 ribu kini menjadi Rp10 ribu per kilogramnya.
"Seminggu mi naiknya juga ini tomat sebelum masuk bulan puasa," akunya.
Selama Ramadan, Sulaiman mengaku, pola pembelian masyarakat cenderung meningkat.
"Alhamdulillah satu minggu pertama lancar, setelah itu berkurang. Nanti naik lagi kalau mau lebaran. Di situ harga biasa juga naik," bebernya.
Dua hari memasuki bulan Ramadan, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan mengadakan Gerakan Pangan Murah (GPM) jelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
GPM itu diadakan di Pasar Bajo lama, Kelurahan Bajo, Kecamatan Bajo, Selasa (17/2/2026) sore.
Sekretaris Daerah Luwu, Muhammad Rudi terlihat di lokasi, sekaligus membuka agenda GPM.
Ia mengenakan setelan kemeja berwarna abu dengan topi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Andi Makkawaru mendampingi.
Dia mengenakan baju lengan panjang berwarna putih bertulis 'Stop Boros Pangan'.
Dari pantauan Tribun-Timur.com, Dinas Ketahanan Pangan menyediakan sejumlah bahan pokok.
Seperti telur, gula pasir, dan minyak goreng.
Sejumlah bahan pokok itu dijual di bawah rata-rata harga pasar.
Telur dijual dengan harga Rp55 ribu dan Rp50 ribu per rak.
Gula pasir dibanderol Rp17 ribu per kilogram, serta minyak goreng kemasan bantal Rp15,5 ribu per liter.
Ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret turut berpartisipasi.
Produk yang disajikan dengan harga promo.
Diantaranya, Minyak Goreng Sofia 2 liter Rp40 ribu.
Gula pasir Rp17,5 ribu, minyak Filma 2 liter Rp38 ribu.
Ada juga Terigu Segitiga Biru Rp15 ribu, beras premium Rp74,5 ribu, serta sirup ABC Rp10 ribu.
Camat Bajo Hidayah, berharap GPM memberi keringanan ekonomi bagi masyarakat menjelang ibadah puasa.
Apalagi, harga bahan pokok biasanya merangkak naik menjelang hari besar keagamaan.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih. Mudah-mudahan kegiatan ini membawa manfaat besar bagi perekonomian masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan. Kegiatan ini merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah untuk membantu masyarakat,” jelasnya, Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 15.37 Wita sore.
Hidayah mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum tersebut dengan berbelanja sesuai kebutuhan.
“Mari kita manfaatkan kegiatan ini dengan berbelanja secukupnya, terutama untuk memenuhi kebutuhan selama menjalankan ibadah puasa,” ungkapnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu, Andi Makkawaru, GPM ini terhitung pelaksanaan yang kesembilan kalinya sebelum Ramadan.
Ia memasang tagline 'GMP Menyasar Desa'.
“Kegiatan ini merupakan arahan dan perintah Bupati dan Wakil Bupati Luwu dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan agar inflasi di Kabupaten Luwu dapat ditekan,” bebernya.
Makkawaru menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan harga komoditas strategis di pasaran.
Sekretaris Daerah, Rudi mengaku tujuan kegiatan ini adalah memastikan masyarakat dapat mengakses pangan dengan harga terjangkau.
Pemda juga meminta Dinas Ketahanan Pangan untuk terus memantau komoditas penting seperti daging, telur, dan ayam, yang cenderung mengalami kenaikan harga.
Sementara untuk beras, stok dinilai cukup dan Bulog siap supply sesuai kebutuhan.(*)
Laporan Juranalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana