Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) tercatat melayani lebih dari 8.000 kedatangan hanya dalam kurun dua jam pada hari pertama Imlek.
Lonjakan wisatawan ini menjadi momentum positif pariwisata Malaysia. Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya Malaysia, Tiong King Sing, mengatakan angka tersebut menunjukkan tingginya pergerakan pelancong selama musim liburan.
Menurut Tiong, sekitar 6.500 wisatawan tiba melalui Terminal 1 KLIA. Sementara 1.500 lainnya mendarat di Terminal 2 dalam periode dua jam tersebut.
"Angka keseluruhan untuk dua hari pertama belum final karena kami masih menunggu data resmi," ujar Tiong dikutip dari , Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, tingginya angka kedatangan wisatawan itu sejalan dengan okupansi hotel yang meningkat di berbagai wilayah. Destinasi utama seperti Kuala Lumpur bahkan dilaporkan mengalami lonjakan pemesanan, dengan banyak hotel yang telah penuh selama periode libur Imlek.
Secara terpisah, pihak Malaysia Tourism mengatakan gerbang utama negara itu (KLIA) mengalami peningkatan signifikan arus kedatangan. Sebanyak 32 penerbangan membawa total 8.840 penumpang antara pukul 07.00 hingga 10.30 waktu setempat di Terminal 1 dan 2 KLIA.
Lonjakan tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi kampanye Visit Malaysia 2026 yang tengah digencarkan pemerintah. Terkait pengembangan sektor pariwisata di Sarawak, Tiong menegaskan pihaknya akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah negara bagian serta Sarawak Tourism.
"Setelah Hari Raya (Idul Fitri), kami akan mengadakan sesi dialog dengan pihak Sarawak. Malaysia Tourism juga telah diinstruksikan untuk mengambil pendekatan yang lebih agresif dalam mempromosikan pariwisata di seluruh negara bagian di seluruh negeri," jelas Tiong.







