Pramono Resmikan Groundbreaking Revitalisasi Taman Semanggi, Anggaran Rp134 Miliar Disiapkan
Feryanto Hadi February 20, 2026 05:33 PM

 

Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti


WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi memulai pembangunan revitalisasi Taman Semanggi melalui acara groundbreaking yang digelar di kawasan Semanggi, Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Revitalisasi ini ditargetkan selesai pada 22 Juni 2027, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Jakarta sekaligus momentum 500 tahun Kota Jakarta.

Berdasarkan pantauan di lokasi, taman seluas kurang lebih enam hektare tersebut dirancang menjadi ruang publik aktif yang tetap memperhatikan kelancaran arus lalu lintas di kawasan Simpang Susun Semanggi, salah satu simpul transportasi utama di Jakarta.

Saat ini, area taman masih tampak kosong, berupa hamparan rumput luas dengan ornamen tulisan “Semanggi” yang menjadi penanda kawasan. 

Lokasinya berada di area strategis, tepat di antara Jalan Gatot Subroto dan Jalan Jenderal Sudirman, sehingga berpotensi menjadi ruang terbuka hijau sekaligus titik rekreasi baru bagi masyarakat perkotaan.

Dalam sambutannya, Pramono menyampaikan bahwa revitalisasi Taman Semanggi akan menghadirkan wajah baru ruang publik Jakarta yang lebih modern, inklusif, dan ikonik bagi masyarakat.

Pramono Anung saat memulai revitalisasi Taman Semanggi
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi memulai pembangunan revitalisasi Taman Semanggi melalui acara groundbreaking yang digelar di kawasan Semanggi, Jakarta, Jumat (20/2/2026).(Foto: Yolanda Putri Dewanti)

Ia menjelaskan kawasan Semanggi memiliki nilai sejarah yang kuat karena pertama kali digagas oleh Presiden pertama RI, Soekarno, pada tahun 1962.

Konsep empat helai daun semanggi, kata Pramono, sejak awal menggambarkan fungsi konektivitas, transformasi, estetika, dan kehidupan kota.

“Mulai hari ini sampai mudah-mudahan 22 Juni 2027, Jakarta mempunyai etalase baru yang menjadi lebih baik, yaitu Semanggi,” ujar Pramono di lokasi.

Menurutnya, revitalisasi ini membawa tiga konsep utama, yakni regenerasi gagasan lama yang tetap relevan, reconnection atau peningkatan keterhubungan kawasan, serta reactivation agar taman dapat dimanfaatkan seluruh kelompok masyarakat.

Pramono menegaskan pembangunan revitalisasi Taman Semanggi membutuhkan anggaran sekitar Rp134 miliar dan seluruh pembiayaan tidak berasal dari APBD DKI Jakarta, melainkan dari kerja sama dengan pihak mitra swasta.

Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, mitra pembangunan akan memperoleh hak pengelolaan kawasan selama sekitar 10 tahun, ditambah masa pembangunan satu setengah tahun, sehingga total kerja sama berlangsung selama 11,5 tahun.

Meski demikian, ia memastikan nama kawasan tetap menggunakan nama Semanggi dan tidak akan berubah.

“Saya tegaskan, nama tempat ini tetap Semanggi, tidak ada perubahan nama,” katanya.

Pramono berharap revitalisasi ini dapat menjadi simbol transformasi Jakarta menjelang usia lima abad serta menghadirkan ruang kota yang lebih hidup, terhubung, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, revitalisasi Taman Semanggi dengan ini saya nyatakan dimulai,” tutupnya.(m27)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.