- Presiden AS Donald Trump menggelar pertemuan perdana Board of Peace atau Dewan Perdamaian di Washington DC pada Kamis (19/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Donald Trump menandatangani komitmen penggalangan dana bersama para pemimpin dunia, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto.
Mengutip Viory, Dewan Perdamaian memiliki lebih dari 20 anggota yang mayoritas berasal dari negara-negara Global South, sementara sejumlah negara Eropa dilaporkan menolak undangan Trump.
Dewan yang diresmikan di Forum Ekonomi Dunia Davos pada 15 Januari 2026 ini awalnya dibentuk untuk mengawasi implementasi gencatan senjata di Gaza, namun kini perannya diproyeksikan meluas seperti PBB.
Penulis menyoroti keikutsertaan Indonesia sebagai kasus menarik karena negara-negara tetangga di Asia Tenggara justru memilih untuk menjauh dari badan tersebut.
Dalam forum tersebut, Indonesia menawarkan hingga 8.000 tentara untuk menjadi pasukan perdamaian di Gaza, di mana 1.000 personel siap dikerahkan pada April dan sisanya pada Juni.
Foreign Policy menilai langkah Prabowo ini sebagai upaya membangun citra Indonesia di panggung dunia sekaligus strategi diplomasi untuk mengambil hati Trump terkait kesepakatan dagang RI-AS.
Meski Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam misi perdamaian sejak 1956, langkah ini dinilai mengandung risiko politik besar karena berpotensi merusak tradisi diplomasi non-blok Indonesia.
Rencana ini juga memicu kritik domestik terkait posisi Indonesia terhadap Israel, namun pemerintah meyakinkan bahwa pasukan tersebut hanya menjalankan peran kemanusiaan dan perlindungan sipil.
Presiden Prabowo dikabarkan menegaskan bahwa Indonesia akan meninggalkan Dewan Perdamaian jika badan tersebut gagal memperjuangkan kebebasan Palestina.