BANGKAPOS.COM – Temuan 3.568 ijazah SMA dan SMK se-Provinsi Bangka Belitung yang masih tertahan di sekolah menuai sorotan publik terutama DPRD Provinsi Bangka Belitung.
Ribuan ijazah yang tertahan di sekolah tersebut sontak membuat DPRD Provinsi Bangka Belitung langsung sigap menemui Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung.
Hal ini tidak lain untuk mengetahui duduk perkara ihwal penemuan 3.568 ijazah SMA dan SMK se-Provinsi Bangka Belitung yang masih tertahan di sekolah.
Diketahui, total 3.568 ijazah SMA dan SMK se-Provinsi Bangka Belitung, diketahui masih tertahan di sekolah atau belum diambil oleh siswa yang telah lulus.
Baca juga: Curiga Nelayan Sosok Wan Speed, Pantai Kubu Bongkar 18 Kali Selundup Pasir Timah ke Malaysia
Hal ini pun diketahui usai Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Didit Srigusjaya melakukan audiensi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung.
"Setelah dicek hampir 3.568 ijazahnya yang belum diambil dengan latar belakang permasalahan yang berbeda-beda. Kita tidak melihat latar belakang masalah, yang penting bagi SMA atau SMK Negeri wajib ijazah itu diberikan kepada anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikannya," ujar Didit Srigusjaya, Rabu (18/2/2026).
Dari 3.568 ijazah tersebut, 594 ijazah diantaranya merupakan ijazah yang dikeluarkan oleh sekolah swasta.
Didit mengatakan meskipun pembiayaan sekolah swasta bukan dari APBD, namun pihaknya menyerahkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung untuk dapat mencari solusinya.
"Jikapun memang harus dianggarkan, ya tidak ada alasan bagi pemerintah daerah tidak menganggarkan itu. Karena saya yakin mereka yang ijazahnya nggak diambil, rata-rata orang yang tidak mampu. Saya yakin mungkin kondisi ekonominya yang tidak memungkinkan, atau kondisi ekonomi yang tidak mendukung namun Pemerintah harus hadir," tegasnya.
Diketahui banyaknya ijazah yang masih ada di sekolah terungkap, diungkapkannya berawal dari aduan masyarakat yang merasa kesulitan untuk dapat mengambil ijazahnya.
"Setelah kami cross-check, karena anak tersebut belum bayar namanya iuran sebesar Rp500 ribu. Lalu saya bepikir jangan-jangan banyak yang seperti ini, lalu dari Dinas Pendidikan ternyata memang banyak ijazah yang belum diambil," tuturnya.
Baca juga: Penampakan Rumah Bos Aho Digerebek Polri, Bongkar Jejak Pasir Timah 18 Kali Diselundup ke Malaysia
Sementara itu pihaknya pun berharap permasalahan ijazah dapat segera tuntas, demi memberikan kepastian bagi para pelajar yang hingga kini belum mendapatkan ijazahnya.
"Harapan saya tolong dikoordinasikan dengan Bapak Gubernur, dikumpulkanlah yang dekat-dekat biar Pak Gubernur memberi secara simbolis supaya masyarakat tahu bahwa pemerintah hadir dalam masalah-masalah ini," ungkapnya.
Plt Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung Saiful Bakri membenarkan, adanya 3.568 ijazah yang masih tertahan di sekolah sudah ada sejak 2016.
"Mungkin ini ada miss dan ini bukan kejadian di tahun 2025 saja namun sejak 2016 - 2017 itu masih banyak anak-anak yang seolah-olah tidak peduli, atau memang ada kendala dari hal finansialnya pembayaran tagihan yang ada di sekolah," ujar Saiful Bakri, Rabu (18/2/2026).
Kini pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat khususnya alumni, untuk dapat mendatangi asal sekolah guna mendapatkan ijazah.
"Mulai besok silakan datang ke sekolah negeri, Insya Allah sore ataupun besok surat sudah kami layangkan ke sekolah-sekolah. Kami sambil lapor juga dengan Pak Gubernur, mudah-mudahan beliau sangat mendukung untuk hal ini karena beliau pro juga kepada kepentingan masyarakat banyak," tuturnya.
Pihaknya menegaskan pemberian ijazah akan menjadi prioritas, untuk memastikan kepentingan dan kebutuhan masyarakat di sektor pendidikan dapat terpenuhi.
"Jadi selembar kertas itu sangat besar artinya untuk masa depan mereka tentunya, jadi Insya Allah sekolah negeri tidak akan menghambat itu," tegasnya.
Baca juga: Sosok Nur Adhi Kuncoro, Eks Direktur Operasi & Produksi PT Timah Tersangka Skandal Tata Kelola Timah
Baca juga: Harta dan Jejak Karier Nur Adhi Kuncoro, Eks Dirops PT Timah Terseret Kasus Korupsi Rp4,16 Triliun
Diketahui pula dari 3.568 ijazah tersebut, 594 ijazah diantaranya merupakan ijazah yang dikeluarkan oleh sekolah swasta.
Terkait hal tersebut, Saiful Bakri mengungkapkan untuk sekolah swasta akan ada upaya lebih lanjut khususnya perihal teknis penyaluran ijazah.
"Kami juga mengimbau untuk orang tua tidak mampu, walaupun di swasta jangan sampai itu jadi penghalang juga. Tapi bagaimana teknisnya nanti kami akan diskusikan, agar semuanya mendapatkan solusi terbaik untuk sekolah maupun untuk alumni," ungkapnya.
Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung Didit Srigusjaya berharap Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, tak segan mencopot kepala sekolah yang masih menahan ijazah.
Hal ini pun diungkapkan usai masih ada 3.568 ijazah SMA Sederajat se-Provinsi Bangka Belitung, yang masih tertahan oleh sekolah sejak 2016.
"Saya minta Pak Saiful (Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung), ganti kepala sekolahnya, enggak ada alasan. DPRD minta tegas, jika ada oknum kepala sekolah khususnya SMA atau SMK Negeri yang menghambat, ganti saja. Berarti, tidak mendukung program Bapak Gubernur," ujar Didit Srigusjaya, Rabu (18/2/2026).
Baca juga: Video: Disimpan di Silencer Knalpot, Polres Belitung Gagalkan Pengiriman 48,71 Gram Sabu
Didit Srigusjaya pun berharap Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, untuk dapat segera berbenah guna memastikan kualitas pendidikan yang optimal.
"Pak Saipul harus evaluasi kepala sekolah-kepala sekolahnya, saya yakin ini miss komunikasi namun harus kita selesaikan," ucapnya.
Pihaknya pun menargetkan 3.568 ijazah yang masih berada di sekolah, dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat.
"Pokoknya saya minta satu bulan selesai masalah ini, jika yang masih terhambat lapor kepada DPRD," ungkapnya.
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)