TRIBUNSUMSEL.COM - Sebelum melaksanakan salat Tarawih, umat Islam dianjurkan mendirikan salat Isya berjamaah terlebih dahulu.
Di antara fardhu terdapat salat Salat Qabliyah dan Badiyah dikerjakan sebelum atau setelah salat Isya
Salat Qabliyah dan Badiyah Isya termasuk dalam kategori shalat sunah rawatib.
Shalat sunah rawatib yang dikerjakan sebelum shalat fardhu disebut dengan qabliyah.
Sementara shalat rawatib yang dikerjakan setelah shalat fardhu disebut dengan badiyah.
Hukumnya sunah, bila dikerjakan mendapat pahala dan jika tidak maka tidak berdosa.
Membaca niat sebelum sholat sebenarnya tidak perlu dilafazkan.
Cukup melakukan niat dalam hati saja, maka sholat tersebut telah sah.
Bacaan latin: Usolli sunnatal 'isya'i rak'ataini qabliyatan lillaahi ta'ala
Artinya: "Aku niat sholat sunah sebelum Isya dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Sholat ba'diyah Isya dilakukan setelah sholat Isya. Sholat sunah ini dikerjakan sebanyak dua rakaat. Berikut niatnya:
Bacaan latin: Usholli sunnatal 'isya-i rak'ataini ba'diyyatan mustaqbilal qiblati ada-an lillaahi ta'ala.
Artinya: Aku niat sholat sunah sesudah Isya dua rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala.
Berikut tata cara sholat qobliyah dan ba'diyah Isya:
Berdiri
1 Membaca niat sholat qobliyah/ba'diyah Isya
2. Takbiratul Ihram yang merupakan penanda masuknya seseorang pada waktu akan mengerjakan sholat. Saat takbiratul ihram diwajibkan untuk mengucap "Allahu Akbar".
3. Membaca doa iftitah
"Allaahu akbar kabiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa’ashiilaa, innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wamaa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil ‘alamiina. Laa syariikalahu Wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin."
4. Membaca surat Al-Fatihah
5. Membaca surat pendek
6. Rukuk
"Subhaana robbiyal adhiimi wabihamdih."
7. Bangkit dari rukuk dengan melanjutkan gerakan iktidal
"Rabbanaa lakal hamdu mil'us samaawati wa mil'ul ardhi wa mil 'umaasyi'ta min syai'in ba'du."
8. Sujud pertama
"Subhaana robbiyal 'a'la wabihamdih."
9. Duduk diantara dua sujud
"Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa 'aafinii wa'fu 'annii."
10. Sujud kedua
Pada sujud kedua ini juga membaca doa sujud yang sama dengan doa sujud yang pertama. Setelah selesai sujud kedua kemudian berdiri untuk melanjutkan rakaat berikutnya dengan tata cara yang sama hingga sujud terakhir yang kemudian ditutup dengan bacaan tahiyat akhir.
11. Tahiyat akhir dengan duduk iftirasy
Karena sholat badiyah isya ini hanya terdiri dari 2 rakaat, maka setelah sujud kedua dilanjutkan dengan sujud iftirasy dengan membaca doa tahiyat akhir.
"At-tahiyyaatul mubaarakatush shalawaatuth thayyibaatulillaahi. Assalaamu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi."
"Allahumma solli alaa muhammad, wa alaa aali muhammad, kamaa sollaita alaa aali ibroohim, wa baarik alaa muhammad, wa alaa aali muhammad, kamaa baarokta alaa ibroohim, wa alaa ali Ibroohimm, fil aalamiina innaka hamiidummajiid."
12. Mengucap salam
Sholat Tarawih merupakan sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari di bulan Ramadhan, kemudian ditutup dengan sholat Witir.
Waktu mengerjakan sholat Tarawih dimulai dari sholat Isya hingga sebelum waktu Subuh.
Ada yang mengerjakan 8 rakaat, ada pula yang mengerjakan 20 rakaat.
Berikut bacaan niat sholat tarawih berjamaah sebagai imam dan makmum serta secara munfarid atau sendiri di rumah.
أُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا للهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak'atayni mustaqbilal qiblati adā'an imāman lillāhi ta'ālā.
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatat tarâwîhi rak'ataini mustaqbilal qiblati ma'mûman lillâhi ta'âlâ.
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak'atayni mustaqbilal qiblati adā'an lillāhi ta'ālā.
Sebelum melaksanakan sholat, baca niat sholat witir terlebih dahulu. Berikut niat sholat witir tiga rakaat.
Niat sholat witir berjamaah (makmum)
اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Usholli sunnatal witri tsalaatsa raka'aatin mustaqbilal qiblati adaan ma'muuman lillahi ta'aala.
Artinya: Saya niat sholat sunah witir tiga rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Taala.
Niat sholat witir sendiri
اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka'aatain (mustaqbilal qiblati) lillaahi ta'alaa.
Berikut Tata Cara Sholat Tarawih Mengutip dari zakat.or.id,
Latin : Allâhummaj‘alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ‘ilîn. Wa lima ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil ‘âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn.
Wa lin na‘mâ’I syâkirîn. Wa ‘alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta lawâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa ilal haudli wâridîn.
Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha‘âmil jannati âkilîn.
Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka‘sin min ma‘în. Ma‘al ladzîna an‘amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan.
Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman. Allâhummaj‘alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su‘adâ’il maqbûlîn.
Wa lâ taj‘alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma‘în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.
Artinya: “Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban- kewajiban, yang memelihara Shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu,
yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat , yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,
yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik.
Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui.
Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya.
Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."
Baca juga: Fadhilah Sholat Tarawih Malam ke 3 Ramadhan 1447 H/2026, Diampuni Dosa yang Telah Lalu
Baca juga: Harta Kekayaan Said Abdullah Politisi Senior PDIP di Balik Warga War Tarawih Berhadiah Rp300 Ribu