TRIBUNJAMBI.COM – Peristiwa memilukan menimpa seorang pedagang nasi uduk lanjut usia bernama Nenek Atnah (60) setelah uang hasil dagangannya raib digondol pria tak dikenal yang menyamar sebagai pembeli.
Kejadian pencurian tersebut terekam kamera CCTV dan videonya kini beredar luas di media sosial hingga menuai simpati publik.
Atnah yang sehari-hari berjualan nasi uduk di Kelurahan Jatiwarna, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, diketahui menjadi korban aksi pencurian bermodus pura-pura membeli.
Insiden itu terjadi pada Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 07.30 WIB saat korban tengah melayani pelanggan di lapaknya.
Pelaku mulanya datang dengan berpura-pura memesan empat bungkus nasi uduk sebelum akhirnya menjalankan aksinya.
Korban sempat menyiapkan pesanan tersebut dan baru menyelesaikan dua bungkus ketika pelaku tiba-tiba melarikan diri.
Baca juga: Sosok Pengemudi Hantam Pagar Rumah Jusuf Kalla, Kini Ganti Rugi Rp25 Juta
Baca juga: Andri dan Syehdi, Korban Loker Kamboja Asal Jambi: Rindu dan Ingin Pulang
Setelah menyadari pembeli tersebut menghilang, Atnah kemudian memeriksa kaleng tempat menyimpan uang hasil jualan.
Saat dicek, uang yang diperkirakan berjumlah sekitar Rp700.000 diketahui telah hilang dari tempat penyimpanan.
Perempuan lansia tersebut mengaku tidak sempat menaruh curiga karena pelaku bersikap layaknya pembeli biasa.
Ia juga mengungkapkan tidak mengenali ciri wajah pelaku lantaran menggunakan masker saat bertransaksi.
Meski demikian, korban sempat mengingat beberapa ciri fisik pelaku yang bertubuh tinggi, mengenakan celana pendek, serta menggunakan sepeda motor berwarna merah.
Dampak dari kejadian tersebut membuat kondisi psikologis korban terguncang hingga mengalami trauma.
Atnah bahkan mengaku masih merasa lemas dan kesulitan untuk beristirahat sejak peristiwa pencurian terjadi.
Selama dua hari terakhir, ia juga disebut kehilangan nafsu makan akibat terus memikirkan kejadian tersebut.
Anggota keluarga korban, Siti Rohmah (44), menuturkan bahwa kondisi pendengaran Atnah memang telah mengalami penurunan sejak beberapa waktu terakhir.
Ia menjelaskan bahwa korban sebelumnya juga sempat mengalami sejumlah musibah yang memengaruhi kondisi fisiknya.
Sekitar tiga bulan sebelum kejadian pencurian, Atnah diketahui pernah menjadi korban ledakan kompor yang menyebabkan luka pada tubuhnya.
Rentetan peristiwa tersebut diduga turut memengaruhi kondisi mental korban sehingga mengalami syok berat saat uangnya dicuri.
Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat adanya jeda waktu antara aksi pelaku dengan respons korban setelah menyadari kejadian tersebut.
Keterbatasan pendengaran yang dialami korban diduga menjadi salah satu faktor yang membuat pelaku berhasil melarikan diri dengan leluasa.
Pada saat kejadian berlangsung, Atnah baru menyadari keberadaan pelaku telah hilang setelah beberapa saat kemudian.
Setiap hari, korban diketahui telah bangun sejak pukul 01.00 WIB untuk menyiapkan dagangan sebelum berjualan di pagi hari.
Ironisnya, uang yang dikumpulkan dari hasil kerja keras sejak dini hari justru dibawa kabur oleh pelaku.
Rekaman CCTV dari lokasi kejadian kemudian tersebar luas setelah dibagikan oleh warga sekitar hingga menjadi viral di berbagai platform media sosial.
Pihak keluarga mengaku awalnya tidak memiliki niat untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.
Setelah video kejadian menyebar, sejumlah aparat seperti RT, lurah, Babinsa, dan Linmas mendatangi kediaman korban untuk memberikan perhatian.
Keluarga juga telah menyarankan agar korban memindahkan lokasi berjualan lebih dekat ke rumah demi alasan keamanan.
Langkah tersebut diharapkan dapat memudahkan pengawasan terhadap aktivitas korban ke depannya.
Meski sempat mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum, keluarga akhirnya memilih untuk mengikhlaskan kejadian tersebut.
Pertimbangan usia lanjut serta keterbatasan pendengaran korban menjadi alasan utama tidak dilakukannya pelaporan resmi.
Keluarga berharap korban dapat memperoleh rezeki pengganti atas kerugian yang dialaminya untuk melanjutkan usaha.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Pondok Gede, Iptu Gatot H, membenarkan adanya peristiwa pencurian tersebut di wilayah Pondok Melati.
Walaupun korban tidak membuat laporan resmi, pihak kepolisian memastikan proses penyelidikan tetap berjalan.
Upaya pencarian terhadap pelaku saat ini masih terus dilakukan guna mengungkap identitas dan keberadaannya.