BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Persoalan sampah masuk dalam tuntutan aksi gabungan rakyat dan mahasiswa yang berlangsung beberapa waktu lalu.
Kala itu, massa mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin agar serius menangani masalah sampah.
Pemko pun mulai menggeser pendekatan penanganan sampah dari sekadar pengangkutan menjadi gerakan perubahan perilaku masyarakat.
Hal ini ditandai dengan adanya Program Agen 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang melibatkan perwakilan dari ribuan agen, akan ditempatkan di setiap RT se-Kota Banjarmasin.
Baca juga: Sampah Kembali Menumpuk di Jalan Tembus Mantuil Banjarmasin, Bikin Warga Resah
Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR mengatakan persoalan sampah tidak bisa lagi diselesaikan hanya dengan memperbanyak armada atau tempat pembuangan.
Ia menilai sumber utama permasalahan justru berada di tingkat rumah tangga.
"Kami menargetkan 1.582 Agen 3R di setiap RT menjadi garda depan pengurangan sampah dari rumah. Kalau masyarakat mulai memilah dari sumbernya, beban TPA akan berkurang drastis," ujarnya dikutip Jumat (20/2/2026).
Program ini dirancang untuk menjawab persoalan kota berbasis sungai seperti Banjarmasin, di mana sampah rumah tangga kerap berakhir di aliran drainase hingga sungai.
Dalam praktiknya, para agen akan bertugas memberikan edukasi langsung kepada warga terkait pemilahan sampah organik dan anorganik, penggunaan ulang barang layak pakai, hingga penguatan kegiatan daur ulang di tingkat komunitas.
Keterlibatan agen di setiap RT menjadi kekuatan utama dalam mendorong perubahan dari lingkungan terkecil.
Meski demikian, masih rendahnya kesadaran sebagian warga terhadap pentingnya pemilahan sampah menjadi tantangan tersendiri.
Di sisi lain, peluang terbuka melalui potensi ekonomi dari hasil daur ulang yang dapat dikelola oleh masyarakat secara mandiri, sementara kebiasaan lama membuang sampah tanpa pemilahan tetap menjadi ancaman yang harus diubah.
Menjawab tantangan tersebut, Pemko Banjarmasin menyiapkan pendampingan berkelanjutan kepada para agen, penyediaan sarana pemilahan di lingkungan permukiman, serta kampanye penggunaan produk ramah lingkungan yang akan digencarkan hingga ke tingkat keluarga.
"Hari ini hadir perwakilan dari 1.582 Agen 3R. Mereka bukan hanya simbol program, tetapi ujung tombak perubahan perilaku masyarakat," tambah Yamin.
Baca juga: Diduga Terlibat Balap Liar di Jalan A Yani Km 4,5 Banjarmasin, Sejumlah Motor Diamankan Polisi
Melalui skema kolaboratif ini, pemerintah berharap penanganan sampah tidak lagi bersifat reaktif, melainkan preventif.
Ke depan, Agen 3R diharapkan mampu menjadi katalis perubahan di lingkungannya masing-masing, sekaligus mendorong lahirnya budaya baru yang lebih peduli terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan di Kota Banjarmasin. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)