TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Kepemimpinan Agustiar Sabran-Edy Pratowo, telah menjalani satu dari lima tahun masa baktinya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) .
Setahun kepemimpinan Agustiar-Edy disebut minim isu-isu disharmamonisasi antar dinas maupun lembaga terkait lainnya.
Pengamat kebijakan publik dan akademisi dari Universitas Palangka Raya Suprayitno menilai keseimbangan dan keharmonisan di tingkat bawah menjadi modal baik bagi Agustiar-Edy untuk 4 tahun ke depan.
"Tidak adanya isu-isu disharmonisasi antar dinas dan lembaga terkait tentu menjadi salah satu keunggulan sejauh ini. Hal ini sebagai tanda bahwa apapun masalahnya dapat diselesaikan dengan baik tanpa harus viral terlebih dahulu," ujar Suprayitno, Jumat (20/2/2026).
Ke depan, kata Suprayitno, Gubernur dan Wagub Kalteng mesti menjaga keselarasan antar dinas terkait agar program prioritas dapat dijalankan dengan baik.
Lebih lanjut, Suprayitno menambahkan, selama setahun ini beberapa program strategis Agustiar-Edy, sudah mulai dilakukan, mulai dari digitalisasi pendidikan, perbaikan infrastruktur, dan segera mengimplementasikan Kartu Huma Betang yang menjadi janji saat kampanye pada Pilgub 2024 lalu.
Baca juga: Kabar Pimpin Ketua Gerindra Kalteng, Agustiar Sabran: Biarkan Waktu yang Menjawab
Baca juga: Reaksi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran Jelang Tahun Baru 2026 di Palangka Raya, Ucap Janji
Suprayotno menyebut, tantangan Agustiar-Edy ke depan adalah efisiensi dari pemerintah pusat, sehingga berpengaruh terhadap kebijakan fiskal di daerah.
Untuk mengadahapi tantangan ke depan, perlun inovasi yang besar agar program pemerintah daerah tetap dapat dijalankan dengan baik melaui CSR maupun kerjasama kemitraan dengan dunia industri.
"PAD dan APBD menjadi salah satu tantangan di Kalteng, sehingga memang ini perlu kebijakan revolusioner agar dapat optimal ke depannya," tutup Suprayitno.