Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tim Penasihat Hukum Perdana Arie Putra Veriasa dari Bara Adil mengirimkan total 22 dokumen Amicus Curiae atau Sahabat Pengadilan yang diajukan oleh berbagai kalangan akademisi, organisasi dan individu, kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Sleman.
Penasihat Hukum Arie, Rakha Ramadan menegaskan masuknya 22 dokumen Amicus Curiae ini adalah sejarah baru bagi PN Sleman sekaligus gelombang Sahabat Pengadilan terbesar.
Sebanyak empat dokumen diserahkan saat sidang pleidoi, Rabu (18/2/2026). Empat Amicus Curiae tersebut berasal dari Yayasan Keadilan dan Perdamaian Indonesia (YKPI), Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, Sosiolog UGM, A.B Widianta, dan Guru Besar UII, Prof Masduki.
Sementara sebagian dokumen diantar maupun dikirimkan melalui surel PN Sleman, Jumat (20/2/2026).
Baca juga: 22 Lembaga dan Individu Ajukan Amicus Curiae ke PN Sleman untuk Perdana Arie
Rakha mengungkapkan Amicus Curiae tersebut berasal dari lembaga hukum, akademisi, organisasi jurnalis, hingga pekerja akar rumput.
"Hingga hari ini, PN Sleman menerima kiriman 22 dokumen Amicus Curiae dari berbagai lembaga kredibel. Ini bukan sekadar tumpukan kertas, ini adalah peringatan keras dari masyarakat sipil," katanya, Jumat (20/2/2026).
Istilah Amicus curiae merupakan Bahasa Latin yang berarti 'sahabat pengadilan', yaitu individu, akademisi, atau organisasi sebagai pihak ketiga yang tidak terlibat langsung dalam suatu perkara, tetapi mengajukan legal opinion atau pendapat hukum atau dokumen tertulis ke pengadilan. Pengajuan Amicus curiae ini tujuannya untuk membantu hakim memberikan pandangan independen dan objektif terhadap perkara kompleks atau berkepentingan publik
"Dalam agenda putusan (kasus Perdana Arie) nanti, PN Sleman tidak hanya mengadili pidana saja, tetapi mengadili nasib anak muda, demokrasi, dan kebebasan sipil di Indonesia," sambungnya.
Menurut dia, pengiriman massal ini merupakan pesan darurat bagi majelis hakim bahwa integritas peradilan perkara tahanan politik di Yogyakarta dipantau ketat oleh publik.
Amicus Curiae atau Sahabat Pengadilan menjadi instrumen penting sebagai pengingat dan bahan pertimbangan bagi hakim dalam memutus perkara Arie.
"Solidaritas publik dalam bentuk Amicus yang dikirimkan berbagai elemen masyarakat sipil harapannya mampu menjadi pertimbangan hakim untuk memberikan putusan yang berkeadilan, dengan tidak hanya menilai suatu tindakan tetapi juga melihat peristiwa politik yang terjadi pada agustus 2025 lalu secara utuh. Putusan harus juga memenuhi rasa keadilan," pungkasnya. (maw)