BATAM, TRIBUNBATAM.id - Tepat satu tahun memimpin Kota Batam, Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra menggelar dialog bersama tokoh masyarakat di Lantai IV Kantor Wali Kota Batam, Jumat (20/2/2026).
Dalam forum tersebut, Amsakar memaparkan capaian kinerja sejak dirinya dan Li Claudia dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.
Meski sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif, Amsakar tak menampik masih ada pekerjaan rumah yang menjadi perhatian serius pemerintah kota.
Persoalan sampah, banjir di sejumlah titik rawan, serta optimalisasi pelayanan air bersih menjadi tantangan utama yang diakui belum sepenuhnya tuntas.
“Kami tidak menutup mata bahwa masih ada tantangan yang harus dibenahi. Persoalan sampah, banjir, dan air bersih menjadi prioritas yang kami selesaikan secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Amsakar di hadapan para tokoh masyarakat.
Terkait layanan air bersih, Pemko Batam bersama BP Batam terus melakukan optimalisasi distribusi, termasuk menangani 18 titik krisis air yang sebelumnya dikeluhkan warga.
Di sisi lain, pembangunan rumah pompa banjir dan normalisasi drainase dilakukan untuk mengurangi genangan di kawasan langganan banjir.
Sementara untuk pengelolaan sampah, pemerintah mulai mendorong sistem berbasis teknologi ramah lingkungan sebagai solusi jangka panjang, seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang terus meningkat.
Amsakar memaparkan di tengah berbagai tantangan itu, indikator makro pembangunan menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Pada Triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat 6,89 persen, melampaui rata-rata provinsi maupun nasional.
Realisasi investasi sepanjang 2025 bahkan mencapai Rp69,3 triliun atau 115,5 persen dari target yang ditetapkan.
Angka ini semakin mengukuhkan Batam sebagai salah satu destinasi investasi unggulan nasional, khususnya di sektor industri, perdagangan, dan jasa.
Dampaknya mulai terasa pada kesejahteraan masyarakat. Tingkat kemiskinan turun menjadi 3,81 persen, terendah dalam lima tahun terakhir.
Tingkat Pengangguran Terbuka juga menurun menjadi 7,57 persen. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 83,80.
“Alhamdulillah, dalam satu tahun ini kerja bersama mulai menunjukkan hasil nyata. Ini merupakan kerja kolektif seluruh elemen masyarakat,” ujar Amsakar.
Di bidang kesehatan dan perlindungan sosial, Pemko Batam menghadirkan program pengobatan gratis bagi warga ber-KTP Batam serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi 24.348 pekerja rentan.
Cakupan JKN-KIS kini telah mencapai 97,86 persen penduduk, mengantarkan Batam meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 kategori Pratama.
Pada sektor pendidikan, sebanyak 105.670 stel seragam gratis dibagikan kepada siswa baru SD dan SMP.
Pemerintah juga membangun 42 ruang kelas baru dan dua unit sekolah, serta menyalurkan beasiswa kepada 205 mahasiswa, terutama dari wilayah hinterland dan keluarga kurang mampu.
Untuk mendorong ekonomi kerakyatan, diluncurkan program pinjaman modal tanpa bunga hingga Rp20 juta bagi 1.500 pelaku UMKM.
Pelatihan tenaga kerja dan pengembangan industri kreatif juga terus diperluas guna meningkatkan daya saing SDM lokal.
Sejumlah capaian tersebut turut mengantarkan Batam meraih berbagai penghargaan, di antaranya Kota Layak Anak kategori Nindya, penghargaan Indeks Harmoni Indonesia, serta Akselerasi Penanggulangan Kemiskinan.
Sementara itu, Li Claudia menegaskan seluruh program yang dijalankan merupakan bagian dari komitmen menghadirkan pembangunan yang inklusif dan merata.
“Semua membutuhkan proses, perencanaan matang, dan dukungan semua pihak. Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara bertahap dan berkelanjutan,” kata Li Claudia. (Tribunbatam.id/Pertanian Sitanggang)