Rintihan Bocah Siang Bolong Bikin Pilu Tetangga, Kosan Didobrak: Wajah Memar Dianiaya Paman & Bibi
Refly Permana February 20, 2026 07:27 PM

 

SRIPOKU.COM - Seorang balita dianiaya paman dan bibinya, hal ini diketahui tetangga pada Senin (9/2/2026).

Warga Jalan Bangkingan III RT 03 RW 01, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur kaget karena korban ditinggal sendiri di kosan.

Padahal, mereka selama ini tahunya korban yang baru berusia empat tahun itu tinggal bersama Ufa Fahrul (30) dan Shellyna Adika Wahyuni (26).

Kasat PPA dan PPO Polrestabes Surabaya, AKBP Melatisari, menerangkan bahwa kedua orangtua korban sudah lama bercerai.

Baca juga: Balita di Pangkuan Ibu Jadi Korban Tewas, Truk Kontainer Timpa Mobil di Karawang, Korban Terjepit

Karena ayah sang balita kerja, ia lantas dititipkan kepada Ufa dan Shelly.

“Mereka ini paman dan bibi korban,” kata Melatisari saat dikonfirmasi, Jumat (20/2/2026). 

Melati mengatakan, paman dan bibi korban telah menjalani penahanan di Mapolrestabes Surabaya sejak Selasa (10/2/2026). 

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil penyelidikan kekerasan dilakukan karena pelaku menganggap korban nakal dan sulit diatur. 

“Pengakuan pelaku, anak ini dianggap nakal, tetapi umur empat tahun, nakalnya tentu masih wajar. Korban sering ditinggal lalu dipinjami Hp sehingga kata-kata yang diucapkan meniru dari tontonan di Hp,” jelasnya. 

Menurut pengakuan pelaku, konten video yang ditonton korban membuat KR sering berkata kasar. 

Hal itu memicu emosi hingga pelaku melakukan kekerasan dengan dalih mendisiplinkan korban. 

“Pelaku merasa korban sulit diatur sehingga memicu emosi untuk melakukan kekerasan,” ucapnya.

Baca juga: Kondisi Terkini Balita Dianiaya Pacar Ibu, Trauma di Mata Bikin Cemas

Awal Mula Ditemukan Tetangga

Kasus ini bermula dari laporan warga sekitar yang menemukan korban K dalam kondisi memprihatinkan di sebuah kamar kos pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Menurut kesaksian salah seorang tetangga, Islaha, korban berteriak dari dalam kamar kos.

“Ada suara memanggil saya, ‘Mama Adik Rama,’ berkali-kali. Waktu saya dekati, ternyata dari dalam kamar kos itu,” kata Islaha. 

Ia memohon agar pintu dibuka karena sejak pagi dikunci oleh paman dan bibinya, sementara tubuhnya sudah lemas karena belum makan. 

“Saya tanya kenapa, dia bilang minta dibukakan pintu karena lapar. Saya tidak tega,” ucapnya. 

Karena pintu terkunci rapat, warga bersama pengurus RT kemudian meminta bantuan polisi.

Ketua RT bersama Bhabinkamtibmas Polsek Lakarsantri datang ke lokasi dan menyelamatkan korban dengan menjebol teralis jendela kamar kos. 

Saat ditemukan, kondisi korban cukup memprihatinkan. 

Wajahnya terlihat luka, terutama di bagian dagu yang berdarah.  Rambutnya juga tampak dicukur tidak rata hingga sebagian botak. 

“Dia memanggil saya berkali-kali, minta dibukakan pintu karena lapar. Rambutnya botak di bagian atas, wajahnya penuh luka. Saya sampai menangis melihatnya,” terangnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.