Satu Tahun Pasangan Yes- Dirham Lamongan, Digitalisasi Hingga Program Jamula
Wiwit Purwanto February 20, 2026 08:07 PM

 

SURYA.co.id LAMONGAN – Tepat 20 Februari 2026, genap satu tahun masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lamongan periode  2025-2030 yang dilantik pada 20 Februari 2025.

Dalam momentum satu tahun kepemimpinan ini, publik mulai menyoroti sejauh mana realisasi janji kampanye yang dulu disampaikan kepada masyarakat.

Berikut rangkuman evaluasi satu tahun kepemimpinan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mulai dari janji politik, capaian, hingga sejumlah kendala di lapangan.

Capaian Prioritas Selama Setahun 

Saat kampanye Pilkada 2024 lalu, pasangan kepala daerah, Yuhronur Efendi dan Dirham Akbar Aksara ini menyampaikan sejumlah prioritas. 

Di antaranya, percepatan perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan kabupaten, penguatan UMKM dan ekonomi kerakyatan, pengendalian harga bahan pokok, peningkatan kualitas layanan publik dan reformasi birokrasi, 

Baca juga: Banjir Lamongan Belum Surut, Ini Rencana BNPB untuk Atasi Banjir Bengawan Jero

Penanganan Banjir dan Persoalan Lingkungan.

Sejumlah program mulai terlihat direalisasikan dalam tahun pertama.

Di sektor infrastruktur misalnya, Pemkab Lamongan mengalokasikan anggaran signifikan untuk perbaikan puluhan ruas jalan kabupaten pada 2025 dan 2026. 

Program ini disebut sebagai bagian dari komitmen mempercepat konektivitas antarwilayah dan pembangunan infrastruktur jalan, yakni program Jalan Mulus Lamongan atau Jamula.

Beberapa ruas jalan dalam kota maupun antar kecamatan mulai dikerjakan bertahap. Pemkab mengklaim percepatan pembangunan menjadi prioritas karena berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.

Kemudian dukungan terhadap  UMKM agar naik kelas, dilakukan dengan pendampingan legalitas usaha seperti pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pedagang pasar mulai digencarkan agar pelaku usaha kecil lebih mudah mengakses distribusi dan pembiayaan. 

Meski sejumlah program telah berjalan, tidak sedikit masyarakat menilai ada target yang belum sepenuhnya tercapai, antara lain penanganan banjir di sejumlah wilayah langganan genangan

Pemerataan Pembangunan Infrastruktur Hingga Pelosok.

"Pembangunan jalan yang belum tuntas karena terkait dengan keterbatasan  anggaran. Pembangunannya akan berkelanjutan, hingga tuntas pada saatnya nanti," kata Kadis Kominfo, Sugeng Widodo, Jumat (20/2/2026).

Beberapa faktor yang menjadi tantangan di tahun pertama antara lain, keterbatasan anggaran daerah, efisiensi belanja pemerintah akibat kebijakan fiskal nasional. 

Namun Pemkab tetap bisa ikhtiar dengan mewujudkan pembangunan jalan, secara bertahap. Faktor cuaca ekstrem yang memengaruhi kondisi banjir yang sampai saat ini masih menggenang.

Sejumlah pengamat menilai tahun pertama memang masih fase konsolidasi pemerintahan, penyesuaian RPJMD, serta sinkronisasi program pusat dan daerah.

Selama satu tahun menjabat, beberapa gebrakan yang menonjol di antaranya, percepatan program pembangunan jalan kabupaten, intensifikasi operasi pasar murah untuk tekan inflasi, program pendidikan berkualitas dan gratis (perintis) serta dukungan pada pelaku usaha, UMKM.

Penguatan Digitalisasi Layanan Publik

Yakni peningkatan koordinasi lintas OPD dalam penanganan isu strategis

Selain itu, Pemkab juga mulai mendorong efisiensi birokrasi dan peningkatan pelayanan berbasis digital.

Terkait dengan program pendidikan berkualitas dan gratis (perintis). Pemkab telah merealisasikannya dengan ribuan siswa, dan mahisiswa yang  pendidikannya dibiaya oleh Pemkab.

Program lain, ada Lamongat Sehat, Yakin Semua Sejahtera (YSS), lumbung pangan Lamongan, konsep pariwisata rama dan integritasi (Ramasinta), Young Enterpreneur (YES) yang dilakukan dengan pembinaan dan kursus para ribuan pengusaha muda.

Pasangan Yes-Dirham juga mempunyai program  Desa Pintar, Lamongan Tangguh, Lamongan Generasi Emas, Lamongan Hijau, Lamongan Menyala, dan  Lamongan Nyantri 

Satu tahun pertama menjadi fondasi awal kepemimpinan. Sejumlah kalangan berharap pada tahun kedua, program yang belum maksimal bisa dipercepat, terutama penanganan banjir dan infrastruktur jalan.

Terkait pertanian, Lamongan masih jagonya sebegai penghasil padi terbesar di Jatim dan menjadi penyangga nasional. Serupa dengan perikanan, baik tangkap maupun budidaya.

Masyarakat juga menunggu realisasi janji kampanye secara lebih terukur dengan indikator capaian yang jelas dan transparan.

Dengan sisa empat tahun masa jabatan, tantangan ke depan tidak ringan. Konsistensi, transparansi, dan keberpihakan pada kebutuhan masyarakat menjadi kunci untuk membuktikan komitmen yang pernah dijanjikan saat kampanye.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.