Renungan Harian Kristen 1 Korintus 13:1-8, Ku Bertahan Karena Janji
Alpen Martinus February 20, 2026 08:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pagi dan malam hari menjadi waktu yang tepat untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Saat pikiran tenang, agar bisa memahami kehendak Tuhan dalam Alkitab.

Berikut rekomendasi renungan harian Kristen berjudul ku bertahan karena janji.

Baca juga: Renungan Harian Kristen 20 Februari 2026, Kisah Para Rasul 2:46, Berkumpul dengan Gembira dan Tulus

Ditulis oleh Yunus Siang dalam buku moment of inspiration LPMI.

Firman Tuhan dalam 1 Korintus 13:1-8

“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati… kasih menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.” (1 Korintus 13:4,7)

Bulan Januari 2026, ketika saya dan tim pelayanan di daerah terpencil Sulawesi-Selatan dipertemukan dengan sebuah kesaksian yang mengharukan namun sangat kuat.

Di sebuah rumah kayu sederhana, terbaring seorang pria berusia sekitar 64 tahun.

Hampir lima tahun ia tidak berdaya.

Tubuhnya lemah, bicaranya terbata, hingga akhirnya stroke membuatnya sepenuhnya bergantung pada orang lain.

Hidupnya kini dijalani di satu sudut rumah, dengan segala keterbatasan yang tak terucap, hanya menangis tersedu-sedu ketika kami menanyakan apa kabar.

Istrinya, seorang petani sederhana, menjadi saksi hidup dari arti kesetiaan.

Setiap hari ia harus pergi ke kebun untuk mencari nafkah menggali ubi, mengurus tanaman dan ketika pulang dalam keadaan letih, ia masih harus memandikan suaminya yang kerap bercampur dengan kotorannya sendiri.

Tidak ada fasilitas, tidak ada perawatan medis memadai, hanya kasih yang bekerja dalam kelelahan.

Ketika ditanya apa yang membuatnya bertahan, sang istri tidak berbicara tentang kekuatan dirinya.

Ia tidak berkata karena ia mampu, tetapi karena ia berjanji.

Janji yang pernah ia ucapkan di hadapan Tuhan pada hari pernikahan: setia sehidup semati, dalam susah maupun senang, untung atau malang.

Janji itu yang menjadi sandaran ketika tenaga habis dan harapan seolah menipis. 

Janji adalah komitmen iman yang diuji justru dalam penderitaan.

Markus 10:9 menegaskan bahwa pernikahan adalah karya Allah, bukan sekadar ikatan manusia.

Ketika janji itu diucapkan di hadapan Tuhan, maka kesetiaan bukan lagi soal perasaan, tetapi ketaatan.

Kasih sejati, seperti yang ditulis Paulus dalam 1 Korintus 13, bukan kasih yang hanya hadir ketika kondisi menyenangkan.

Kasih yang sejati adalah kasih yang sabar menanggung segala sesuatu. Dalam diri istri itu, kita melihat kasih yang bertekun kasih yang tidak menyerah karena keadaan, tetapi bertahan karena janji.

Tuhan memanggil kita untuk kembali kepada kesetiaan.

Entah dalam pernikahan, pelayanan, atau panggilan hidup, sering kali bukan kekuatan kita yang membuat kita bertahan, melainkan janji kita kepada Tuhan.

Inspirasi: Kasih yang sejati adalah kasih yang sabar menanggung segala sesuatu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.