WARTAKOTALIVE.COM, CILANDAK - Warga memadati kawasan Waduk Lebak Bulus, Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan, untuk berburu takjil, Jumat (20/2/2026) sore.
Di lokasi tersebut, digelar Bazar Takjil yang menyediakan beragam pilihan makanan dan minuman untuk berbuka puasa.
Bazar Takjil Waduk Lebak Bulus menjadi salah satu alternatif tujuan masyarakat yang ingin mencari hidangan berbuka dengan harga terjangkau.
Menjelang waktu berbuka, tepatnya pukul 17.00 WIB, pengunjung mulai berdatangan untuk memilih takjil favorit mereka.
Suasana ramai dan semarak terlihat di sepanjang area bazar, dengan pedagang yang berjejer menawarkan dagangannya.
Sejumlah pedagang menjajakan aneka menu, mulai dari kelapa muda, alpukat kocok, jasuke, mozarela corndog hingga nasi bakar.
Tampak salah satu tenda menawarkan dagangannya berupa risol mayo dengan harga Rp2.000.
Adapun kegiatan tersebut digelar Karang Taruna RW 04 di kawasan Waduk Lebak Bulus selama Ramadan tahun ini.
Baca juga: Kawung Tilu Cikarang, Ngabuburit di Tengah Hutan Jati dan Nikmatnya Sate Maranggi
Menurut Koordinator Bazar Takjil sekaligus Wakil Ketua Karang Taruna RW 04, Fathur Rahman Yahya, kegiatan tersebut memasuki tahun kedua penyelenggaraan.
Bazar ini berawal dari inisiatif pengurus dan warga setempat pada tahun lalu.
“Alhamdulillah, ini sudah tahun kedua. Tahun lalu kami mulai dengan memanfaatkan inventaris tenda yang ada. Tiga minggu lalu kami rapat kembali dan sepakat untuk mengadakan bazar takjil lagi tahun ini,” ujar Fathur, kepada Warta Kota, di Waduk Lebak Bulus, Jumat.
Ia menjelaskan, hingga saat ini tercatat sekitar 40 pedagang yang berjualan di lokasi tersebut.
Para pedagang menawarkan beragam menu takjil dan jajanan berbuka puasa.
“Variannya macam-macam, mulai dari gorengan, es telur, sop buah, es campur, es kelapa, hingga jajanan seperti mochi, risol, cakwe, dan baby crab,” katanya.
Dari sisi harga, Fathur menyebutkan takjil yang dijual relatif terjangkau bagi masyarakat.
Harga makanan dan minuman dibanderol ada yang Rp4.000 hingga sekitar Rp20.000 per porsi.
“Rata-rata harga mulai dari sekitar Rp4.000–Rp5.000 untuk jajanan seperti mochi. Yang paling mahal kisaran Rp15.000 sampai Rp20.000, jadi masih terjangkau untuk kalangan menengah,” jelasnya.
Menurut Fathur, tujuan utama penyelenggaraan bazar adalah menata para pedagang agar lebih tertib serta tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar waduk, terutama saat waktu ngabuburit.
“Biasanya saat Ramadan banyak warga mencari jajanan untuk berbuka. Kami punya lokasi yang cukup luas, jadi kami koordinasikan pedagang di satu titik dengan tenda dan lapak yang tertata, supaya lebih teratur dan tidak mengganggu jalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, bazar ini diprioritaskan bagi UMKM di lingkungan RW 04.
Namun, pihaknya juga membuka kesempatan bagi pedagang dari wilayah sekitar yang ingin bergabung.
“Kami utamakan UMKM setempat, tapi tidak menutup kemungkinan untuk tetangga lingkungan sekitar yang ingin berdagang,” kata Fathur. (m31)