Potret Jembatan Tapal Batas Bogor - Bekasi di Atas Pohon Raksasa, Terendam Banjir Sudah Biasa
Vivi Febrianti February 20, 2026 09:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Suara brak brek brok dari jembatan gantung bernama Jembatan Teon sudah tak membuat warga sekitar di perbatasan Bogor - Bekasi ini kaget.

Suara bising jembatan itu sudah seperti dianggap warga setempat sebagai bagian dari hiruk pikuk setiap hari.

Jembatan ini memiliki suara bising berasal dari alas jembatan yang sudah berkali-kali ditambal sulam hasil swadaya masyarakat.

Jembatan ini merupakan penghubung wilayah Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor dan Bojongsari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Akses penghubung ini terpantau melintasi Sungai Cikeas yang membelah wilayah kedua wilayah.

Jembatan ini terbuat dari baja dan besi digantung dan ditahan oleh sebuah pohon raksasa di bawahnya yang mencuat dari dalam air tengah Sungai Cikeas.

Jembatan ini juga dikenal rutin terendam banjir luapan Sungai Cikeas yang mengalir dari Bogor ke Bekasi itu.

Namun, hal itu sudah dianggap warga menjadi semacam rutinitas tahunan tepatnya di musim penghujan.

"Kalau banjir paling tersendat aja yang lewat, karena biasanya kerendem cuma beberapa jam, gak sampai seharian," kata Takim (55), warga sekitar yang ngabuburit di pinggir Sungai Cikeas, Jumat (20/2/2026) sore.

JEMBATAN GANTUNG - Jembatan Teon di atas Sungai Cikeas perbatasan Bogor - Bekasi, Jumat (20/2/2026).
JEMBATAN GANTUNG - Jembatan Teon di atas Sungai Cikeas perbatasan Bogor - Bekasi, Jumat (20/2/2026). (TribunnewsBogor.com)

Namun dalam banjir tiap tahun ini, ada juga ancaman banjir besar yang tidak hanya merendam jembatan, tapi juga luapan sungai masuk ke pemukiman warga.

Jembatan Teon ini, kata Takim, merupakan akses alternatif bagi pemotor yang cukup ramai setiap harinya.

Mulai dari aktivitas warga setempat, pelajar hingga para pekerja banyak menggunakan akses ini.

Namun karena badan jembatan gantung yang tak terlalu lebar, pemotor harus sabar melintas secara bergiliran one way atau satu arah.

"Setiap hari ini emang rame gini motor yang lewat," kata Takim.

Takim menjelaskan bahwa jembatan itu dibangun hasil swadaya masyarakat.

Keberadaannya pun sudah sangat cukup lama, termasuk pohon raksasa yang menahan jembatan dari bawah jembatan di tengah sungai.

"Pohon tua itu, gak mati-mati pohonnya, namanya Pohon Rengas," kata Takim.

"Kata orang tua, sebelum saya lahir itu pohon di tengah kali udah ada, cuman dulu jembatannya masih dari bambu," imbuhnya.

Pohon besar itu, kata Takim, sebenarnya akarnya berada di pinggir sungai yang masuk wilayah Bekasi.

Namun entah kenapa tumbuhnya melengkung ke samping ke tengah Sungai Cikeas.

"Nama Jembatan Teon itu juga nama orang tua dulu yang ngebangun awal, Bapak Teon," kata Takim.

"Ada juga cerita mistisnya di sini, cuman yang ngalamin orang pendatang. Warga sini biasa aja," ungkapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.