Ribuan Lahan Pertanian Terendam Banjir di Jateng, Jasindo: Klaim AUTP Capai Rp9,8 Miliar
deni setiawan February 20, 2026 09:14 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Asuransi Jasindo memastikan kesiapan dalam mengawal proses klaim bagi petani terdampak banjir di Jawa Tengah.

Seperti diketahui, akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Kabupaten Grobogan, beberapa wilayah termasuk di Kabupaten Demak mengalami banjir. 

Tak hanya berdampak pada permukiman warga, banjir tersebut juga mengakibatkan ribuan hektare lahan pertanian terdampak serta berpotensi gagal panen.

Beberapa langkah mitigasi serta penanganan dampak pun dilakukan pemerintah daerah setempat atas bencana hidrometeorologi tersebut.

Baca juga: 1.842 Hektare Sawah Grobogan Terendam Banjir, Distanak Jateng Janjikan Asuransi

• Jasindo Beri Literasi Keuangan Kepada Petani dan Key Customer

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana mengatakan, sebagai perusahaan asuransi yang mendapatkan penugasan pemerintah dalam pelaksanaan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), Jasindo siap dan mengawal proses klaim bagi mereka yang terdampak.

"Kami telah menerima laporan klaim dari empat kabupaten terdampak di Jawa Tengah. Total luasan lahan mencapai sekira 1.600 hektare. Nilai klaim sekira Rp9,8 miliar," jelas Brellian.

Sesuai data, lanjutnya, empat daerah terdampak banjir tersebut adalah Kabupaten Demak, Grobogan, Kudus, dan Pati.

Untuk total luas lahan pertanian serta klaim terdampak, saat ini pihak Asuransi Jasindo menurunkan tim untuk melakukan penghitungan agar sesuai di lapangan. 

“Prinsipnya, kami berkomitmen untuk mengawal proses verifikasi dan pembayaran klaim sesuai ketentuan agar petani dapat segera melanjutkan usaha taninya,” ujar Brellian.

Menurut Brellian, AUTP telah menjadi instrumen perlindungan strategis dalam menjaga ketahanan dan keberlanjutan sektor pertanian nasional. Khususnya di tengah meningkatnya risiko perubahan iklim dan cuaca ekstrem.

“Perlindungan asuransi memungkinkan para petani mendapatkan kepastian finansial ketika terjadi gagal panen akibat banjir, kekeringan, maupun serangan organisme pengganggu tanaman."

"Contohnya seperti yang terjadi di beberapa kabupaten di Jawa Tengah saat ini,” jelasnya.

Baca juga: Jalan Utama Semarang-Purwodadi Lumpuh Total, Putus 50 Meter Imbas Banjir

• AUTP Jasindo Tanggung Petani Gagal Panen Rp 6 Juta/hektare, Bayar Premi Rp 36 Ribu

Kuatkan Sektor Pangan

Di sisi lain, Brellian menegaskan bahwa perlindungan melalui AUTP sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan serta mendukung implementasi Program Asta Cita, khususnya dalam aspek kemandirian dan ketahanan bangsa melalui penguatan sektor pangan. 

Dengan perlindungan asuransi, risiko produksi dapat diminimalkan sehingga keberlangsungan tanam tetap terjaga.

Asuransi Jasindo akan terus mendorong sinergi dengan Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya agar semakin banyak lahan pertanian yang terasuransi.

Asuransi Jasindo juga akan terus meningkatkan literasi dan penetrasi asuransi pertanian, sekaligus memastikan proses klaim dilakukan secara cepat, transparan, dan akuntabel.

"Itu semua demi menjaga kepercayaan petani serta stabilitas sektor pertanian nasional kepada kami, Asuransi Jasindo."

“Semakin luas cakupan AUTP, semakin kuat perlindungan bagi petani dan semakin kokoh fondasi menuju swasembada pangan nasional,” ucap Brellian. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.