BANJARMASINPOST CO.ID, MARTAPURA - Kompetisi Liga 4 Kalimantan Selatan resmi berakhir di Stadion Demang Lehman.
Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kalsel mengupayakan tiga wakil Banua bisa melaju ke Liga 3 Nasional.
Ketua Asprov PSSI Kalsel, H Hasnuryadi Sulaiman, mengatakan saat ini kuota yang tersedia sementara dua tim.
“Setahu saya sementara dua ya, tapi kita akan berusaha untuk bisa tiga klub. Harapan kita bisa tiga, nanti akan kita sampaikan pastinya seperti apa,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Seperti diketahui, juara Liga 4 Kalsel musim adalah Persemar FC yang sukses menaklukkan Barabai FC dengan skor 2-1 di partai final.
Sementara itu, perebutan tempat ketiga dimenangkan Persenus Nusantara usai mengalahkan Putra Plaosan Martapura dengan skor 2-0.
Menurut Hasnuryadi yang juga menjabat Wakil Gubernur Kalsel, prestasi harus menjadi momentum kebangkitan sepakbola Banua.
“Teruslah berlatih, teruslah menempa diri. Dan yang paling penting adalah membina kerukunan dan kekompakan di antara satu dengan yang lainnya. Karena sepak bola bukan permainan satu orang, tapi permainan tim,” tegasnya.
Dia menilai kualitas permainan yang ditampilkan sepanjang Liga 4 sudah baik. Namun, pembinaan berkelanjutan tetap menjadi kunci agar prestasi bisa meningkat di level nasional.
Hasnuryadi memberikan apresiasi kepada seluruh elemen yang terlibat, mulai dari pembina, pengurus, pelatih, hingga suporter yang terus memberikan dukungan positif.
“Selamat kepada semuanya, pembina, pengurus, pelatih, supporter yang terus mendukung dengan baik, dan para pemain yang menjadi ujung tombak sehingga bisa memberikan yang terbaik untuk Banua,” ucapnya.
Ke depan, Asprov PSSI Kalsel menaruh perhatian besar pada peningkatan fasilitas. Menurut Hasnuryadi, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah keterbatasan lapangan latihan berstandar.
“Yang paling penting sekarang adalah fasilitas dulu. Kita belum punya tempat latihan yang punya standar. Sepak bola harus punya lapangan yang bisa digunakan dengan baik, termasuk untuk sekolah-sekolah supaya tidak mudah cedera dan bisa mengembangkan skill dengan optimal,” jelasnya.
Ia mengungkapkan telah berdiskusi dengan sejumlah tokoh olahraga dan sepak bola di Kalsel terkait rencana pembangunan lapangan latihan. Selain itu, pembentukan akademi dan kompetisi kelompok umur di semua tingkatan juga menjadi agenda jangka panjang.
“Insya Allah ini jadi tugas kita di pemerintah. Tidak hanya di provinsi, tapi juga di 13 kabupaten/kota. Saya yakin para bupati, wali kota, dan kami di provinsi bersama pimpinan akan memberikan yang terbaik,” katanya.
Hasnuryadi pun memohon dukungan masyarakat agar cita-cita memajukan sepak bola Kalsel bisa terwujud. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Andra Ramadhan)