TRIBUNJOGJA.COM - Perpustakaan Kota Yogyakarta memanfaatkan momentum Ramadan 1447 Hijriah untuk menghadirkan rangkaian kegiatan literasi.
Kegiatan tersebut, dirangkai dengan tajuk "Ramadan di PerpusKota", mengusung tema "Ramadan Penuh Makna: Menguatkan Iman, Menumbuhkan Literasi".
Program digelar sepanjang Ramadan di Perpustakaan Kota Yogyakarta, Jalan Suroto No. 9 Kotabaru, serta Perpustakaan Pevita, Jalan Mayjen Sutoyo No. 32, Mantrijeron.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta, Afia Rosdiana, menandaskan, Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan budaya literasi masyarakat.
"Bulan Ramadan ini jadi momentum yang tepat untuk menguatkan keimanan, kepedulian, serta ilmu, melalui kegiatan literasi di perpustakaan. Selain sebagai sumber informasi, perpustakaan juga menjadi ruang pembelajaran, refleksi, dan membangun karakter," ujarnya, Jumat (20/2/26).
Pihaknya berharap, pada momentum Ramadan, perpustakaan hadir lebih dekat dengan masyarakat sebagai ruang menumbuhkan ilmu, inspirasi, dan semangat berbagi.
Dijelaskan, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, namun juga ruang publik yang mendukung pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman.
"Karena itu, Ramadan jadi momentum untuk menghadirkan program yang menyentuh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa, termasuk pengelola masjid," katanya.
Adapun rangkaian kegiatan dalam Ramadan di PerpusKota meliputi wakaf buku melalui program Bank Buku ke masjid-masjid, program tukar buku gratis Rotate Your Book, serta Pameran Arsip Foto “Informasi Syiar Islam Kota Yogyakarta”.
Selain itu, Kelas Literasi Kreatif (KALISTA) dengan tema "Kreasi Hijab" dan "Kreasi Hampers Lebaran", diskusi buku bertema "Rahasia Puasa bagi Kesehatan Fisik dan Psikis" serta "Dahsyatnya Sabar, Syukur, dan Ikhlas", hingga kelas Aksara Pegon sebagai upaya pelestarian literasi Islam Nusantara.
Untuk anak-anak, PerpusKota menghadirkan Cinema Ramadan, Ramadan Ceria, dan Sabtu Seru edisi spesial Ramadan.
Sementara bagi institusi keagamaan, digelar Workshop Pengelola Perpustakaan Masjid guna memperkuat peran masjid sebagai pusat pendidikan dan literasi.
Rangkaian kegiatan juga diperluas melalui podcast Ramadan yang membahas tradisi mendongeng jelang berbuka dan literasi ala Generasi Z.
Afia menambahkan, program ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, baik perangkat daerah, tokoh agama, pegiat literasi, maupun masyarakat.
"Kolaborasi ini menjadi kekuatan agar perpustakaan semakin relevan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Kami ingin Ramadan di PerpusKota menjadi program tematik yang terus berkembang dan membawa manfaat nyata bagi warga Kota Yogyakarta,” cetusnya. (aka)