TRIBUNMANADO,CO,ID, SANGIHE — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, menandai satu tahun masa kepemimpinan dengan sejumlah capaian pembangunan dan penguatan reformasi birokrasi.
Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mempercepat pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dalam sambutannya Jumat (20/2/2026), Thungari menyampaikan apresiasi kepada Wakil Bupati Tendris Bulahari dan seluruh jajaran pemerintah serta masyarakat yang dinilai telah menjaga soliditas selama tahun pertama pemerintahan.
Ia menekankan bahwa keharmonisan antara bupati dan wakil bupati menjadi modal penting dalam menjalankan roda pemerintahan.
Menurutnya, kepemimpinan yang kompak berdampak langsung pada kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja tanpa tekanan.
“Kami bersyukur hubungan kepemimpinan tetap harmonis.
Jika pimpinan daerah solid, maka ASN juga bekerja lebih nyaman,” ujar Thungari.
Pada tahun pertama, Pemkab Sangihe memprioritaskan reformasi birokrasi. Bupati menegaskan bahwa penataan jabatan yang dilakukan merupakan bagian dari upaya memperkuat kinerja organisasi perangkat daerah.
Ia juga menantang para pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten untuk menjalankan program secara maksimal. Menurutnya, kepala daerah hanya berperan sebagai pengarah, sementara pelaksana utama pembangunan adalah seluruh perangkat daerah.
“Bupati dan wakil bupati adalah pemimpin, tetapi yang menjalankan program di lapangan adalah bapak ibu sekalian,” tegasnya.
Dari sisi ekonomi, Kabupaten Kepulauan Sangihe mencatat kinerja yang menggembirakan. Berdasarkan data tahun 2025, pertumbuhan ekonomi daerah mencapai sekitar 7,7 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata Provinsi Sulawesi Utara yang berada di kisaran 7,2 persen.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa Sangihe masih memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian provinsi.
Bupati menyebut stabilitas daerah, kerukunan masyarakat, serta minimnya bencana besar selama setahun terakhir menjadi faktor pendukung pertumbuhan ekonomi.
“Kita patut bersyukur karena situasi daerah kondusif sehingga aktivitas ekonomi berjalan baik,” katanya.
Dalam paparannya, Thungari mengungkapkan beberapa proyek pembangunan strategis yang berhasil diselesaikan, meski sebagian tidak masuk dalam perencanaan awal.
Salah satunya adalah penyelesaian gedung olahraga (GOR) yang dituntaskan dengan anggaran sekitar Rp9 miliar. Menurutnya, jika dihitung dengan investasi pondasi sebelumnya, nilai aset bangunan tersebut setara sekitar Rp25 miliar.
Selain itu, pembangunan jalan strategis dengan anggaran sekitar Rp400 juta disebut mampu menghasilkan dampak ekonomi yang sebelumnya membutuhkan biaya hingga Rp5 miliar.
“Kami terus mengidentifikasi pembangunan yang belum selesai tetapi memiliki dampak ekonomi besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Bupati menegaskan GOR yang baru diresmikan merupakan salah satu yang terbaik di Sulawesi Utara. Bangunan tersebut memiliki luas lantai sekitar 1.000 meter persegi.
Ia memperkirakan gedung mampu menampung minimal 3.500 orang dalam satu kegiatan, sehingga diharapkan menjadi pusat aktivitas olahraga maupun kegiatan masyarakat.
Pemanfaatan gedung akan diprioritaskan untuk kegiatan olahraga, termasuk rencana pelaksanaan Bupati Cup pada April mendatang yang ditargetkan menghadirkan peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Utara.
Selain itu, organisasi keagamaan dan komunitas masyarakat diperbolehkan menggunakan gedung tersebut. Untuk kegiatan keagamaan, penggunaan gedung digratiskan, namun biaya listrik tetap ditanggung pengguna.
Di sektor kebersihan, pemerintah daerah telah menambah armada berupa dua unit truk sampah dan tiga kendaraan Viar. Penambahan ini mulai berdampak pada berkurangnya penumpukan sampah di sejumlah titik.
Meski demikian, Bupati mengakui masih terdapat pekerjaan rumah, terutama di bidang kelistrikan dan air bersih. Pemerintah daerah, kata dia, terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengurangi pemadaman bergilir.
Ia menegaskan pemerintah tidak ingin sekadar mempublikasikan kedatangan mesin listrik, tetapi menargetkan hasil nyata berupa berkurangnya pemadaman.
“Kami akan umumkan ketika benar-benar tidak ada pemadaman bergilir selama satu tahun,” tegasnya.
Program lain yang disorot adalah pembangunan rumah singgah bagi masyarakat kepulauan yang datang ke Tahuna. Fasilitas ini disediakan gratis sebagai bentuk keadilan bagi warga pulau yang sering kesulitan tempat tinggal sementara.
Rumah singgah telah dilengkapi tempat tidur, air bersih, kamar mandi, listrik, serta dapur sederhana. Pemerintah menetapkan batas maksimal menginap selama satu minggu agar fasilitas dapat digunakan bergantian.
“Kami tidak ingin ada masyarakat kepulauan yang datang ke Tahuna tetapi harus tidur di emperan toko,” ujar Thungari.
Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan terima kasih kepada ASN, tokoh agama, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen yang telah menjaga kerukunan daerah.
Ia berharap dukungan dan semangat kolaborasi terus terjaga dalam empat tahun sisa masa pemerintahan.
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK