TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Pemkab Bondowoso menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas sektor untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi.
Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, menjelaskan rakor ini bertujuan menyamakan persepsi dan langkah penanggulangan bencana, mulai dari tahap prabencana, saat bencana, hingga pascabencana.
“Bencana itu bisa dilihat dari pra bencana, pada saat bencana, dan pascabencana. Karena itu, saya mengajak semua pihak untuk memiliki kesadaran bersama dalam melakukan penanggulangan bencana,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan bencana tidak cukup dilakukan ketika peristiwa terjadi, tetapi harus dipersiapkan sejak dini melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
Baca juga: Viral Seorang Remaja Terluka karena Dibegal di Bondowoso, Ternyata Jatuh Akibat Jalan Berlubang
Rakor tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, camat, hingga elemen masyarakat seperti PMI, PLN, Baznas, Perhutani, serta instansi teknis lainnya.
Dengan kesamaan pemahaman, setiap pihak diharapkan mengetahui peran masing-masing pada setiap tahapan penanggulangan bencana, termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascakejadian.
Fathur juga menekankan pentingnya mitigasi sederhana yang berdampak besar, seperti pembersihan lingkungan, perawatan drainase, dan memastikan sungai tidak dipenuhi sampah guna menekan risiko banjir maupun longsor.
Baca juga: Bahan Belanja untuk Sahur Milik Ibu Rumah Tangga di Bondowoso Dicuri, Pencurian Terekam CCTV
Pemkab Bondowoso mendorong pemanfaatan teknologi melalui aplikasi kebencanaan yang diinisiasi Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta BPBD Bondowoso.
Aplikasi tersebut direncanakan terintegrasi dengan Public Service Center (PSC) Dinas Kesehatan agar respons darurat lebih cepat dan terkoordinasi.
“Ketika terjadi bencana, informasi bisa langsung tersampaikan secara simultan kepada perangkat daerah teknis. BPBD bisa segera melakukan asesmen awal, PSC langsung turun, Dishub mengatur lalu lintas, PLN memastikan listrik tetap menyala, dan Telkom menjaga jaringan komunikasi,” ungkapnya.
Baca juga: Bazar Ramadan Bondowoso 2026, Ratusan UMKM Ramaikan Alun-alun
Data BPBD Bondowoso mencatat, sepanjang Januari 2026 terjadi 70 kejadian bencana.
Rinciannya:
Wilayah dengan kejadian tertinggi berada di Kecamatan Bondowoso, Cermee, dan Maesan.