Persiapan Perang Air Night Carnival 2026 di Kota Selatpanjang Dimatangkan
M Iqbal February 20, 2026 10:18 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Perang Air Night Carnival 2026 yang akan digelar di Kota Selatpanjang.

Kepala Disporapar Kepulauan Meranti, Syaiful Bahri, mengatakan seluruh aspek teknis dan nonteknis telah dipersiapkan secara maksimal, mulai dari konsep pertunjukan, keterlibatan peserta, hingga pengamanan dan rekayasa lalu lintas.

“Perang Air Night Carnival tahun ini kita siapkan lebih meriah dan tertata. Konsepnya tetap mengangkat kekayaan budaya lokal dan semangat kebersamaan, namun dikemas lebih atraktif agar memberi pengalaman berbeda bagi masyarakat dan wisatawan,” ujar Syaiful Bahri, Jumat (20/2/2026).

Ia menjelaskan, Perang Air Night Carnival akan digelar pada Sabtu malam, 21 Februari 2026. Sementara itu, pada siang harinya akan dilaksanakan Closing Ceremony Festival Perang Air. Meski seremoni penutupan digelar pada 21 Februari, rangkaian Perang Air secara keseluruhan tetap berlangsung hingga 22 Februari 2026.

“Jadi pada 21 Februari siang kita laksanakan closing ceremony secara resmi, dan malamnya dilanjutkan dengan Night Carnival. Namun aktivitas Perang Air masih tetap berlangsung hingga 22 Februari,” jelasnya.

Night Carnival akan melibatkan berbagai elemen, seperti komunitas seni, paguyuban, pelajar, hingga organisasi masyarakat yang menampilkan parade kostum kreatif, atraksi budaya, serta mobil hias bernuansa tradisi Melayu dan Tionghoa.

Menurut Syaiful, koordinasi lintas sektor terus dilakukan bersama TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait lainnya guna memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar.

“Kami ingin memastikan aspek keselamatan pengunjung menjadi prioritas. Pengaturan jalur, titik kumpul, hingga kesiapan tim medis sudah kita siapkan bersama,” katanya.

Ia menambahkan, Perang Air Night Carnival menjadi salah satu magnet utama dalam rangkaian Festival Perang Air yang setiap tahun mampu menarik ribuan pengunjung dari dalam maupun luar daerah.

“Kegiatan ini bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana promosi pariwisata dan penguatan ekonomi masyarakat. UMKM, pelaku usaha kuliner, hingga sektor perhotelan biasanya ikut merasakan dampaknya,” ujarnya.

Syaiful berharap dukungan seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan agenda tahunan tersebut dengan tetap menjaga ketertiban dan kebersihan selama kegiatan berlangsung.

“Perang Air Night Carnival adalah kebanggaan kita bersama. Mari kita jaga kekompakan, keamanan, dan citra baik Kepulauan Meranti sebagai daerah tujuan wisata budaya,” pungkasnya.

(tribunpekanbaru.com/ Teddy Tarigan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.