BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Modus penipuan ini yang bikin pemilik Toko Kosmetik di Gatot Subroto Banjarmasin Kalsel resah
Seorang pemilik toko kosmetik di Jalan Gatot Subroto, Perumahan Kodim RT 2, mengaku menjadi korban penipuan berkedok sumbangan buka puasa bersama (bukber) musholla.
Peristiwa itu terjadi Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 11.19 Wita.
Korban pun menunjukkan rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang pria paruh baya mengenakan koko dan peci putih datang ke tokonya. Pria tersebut meminta iuran sebesar Rp50 ribu dengan alasan untuk kegiatan buka puasa bersama di musholla.
Baca juga: Asprov PSSI Kalsel Usahakan Tiga Slot ke Liga 3 Nasional, Begini Penjelasan Hasnuryadi
Baca juga: Kelotok Wisata BUMDesma Daha Utara HSS Resmi Berlayar, Angkat Potensi Wilayah Nagara
Namun setelah dilakukan pengecekan, pihak musholla menegaskan tidak pernah menugaskan seseorang untuk melakukan pungutan sumbangan.
“Dia bilang minta Rp50 ribu untuk buka puasa di musholla belakang,” ujar Yun, pemilik toko.
Tidak hanya Yun, sejumlah warga lain di sekitar perumahan juga disebut didatangi oleh pria tersebut dan dimintai iuran. Padahal, warga umumnya mengetahui bahwa donasi untuk kegiatan buka puasa bersama tidak dilakukan dengan cara mendatangi rumah-rumah.
“Musholla daerah Kodim juga, padahal banyak istri tentara tapi tetap dimintai juga,” tambah Yun.
Meski tidak ada barang berharga yang hilang, beberapa warga sudah terlanjur memberikan uang kepada pelaku. Hingga kini, identitas pria yang terekam CCTV tersebut belum diketahui. Warga pun saling mengimbau agar lebih berhati-hati terhadap modus penipuan serupa.
“Tidak ada yang hilang kak, cuma dia datang tu meminta sumbangan, Minta 50 untuk buka puasa di musholla belakang jar," kata Yun.
Waspadai penipuan berkedok sumbangan:
* Selalu memverifikasi identitas penggalang dana, cek legalitas lembaga,
* Hindari transfer ke rekening pribadi, jangan terburu-buru merespons, dan teliti keaslian cerita untuk menghindari modus penipuan online
Berikut tips hati-hati penipuan berkedok sumbangan:
Cek Identitas & Legalisasi: Pastikan penggalang dana memiliki identitas jelas dan lembaga resmi yang berizin.
Waspada Rekening Pribadi: Hindari mentransfer donasi ke rekening atas nama pribadi; lembaga tepercaya biasanya menggunakan rekening organisasi/yayasan.
Verifikasi Akun Media Sosial: Cek keaktifan, pengikut, dan ulasan akun tersebut. Akun palsu seringkali baru dibuat atau memiliki interaksi rendah.
Gunakan Platform Tepercaya: Salurkan donasi melalui situs resmi dan terverifikasi untuk menjamin keamanan.
Jangan Terburu-buru: Penipu sering menciptakan urgensi agar korban panik. Luangkan waktu untuk melakukan riset terlebih dahulu.
Cek Dokumentasi: Pastikan ada bukti foto/video yang valid, bukan sekadar foto yang diambil dari internet.
Amankan Data Pribadi: Jangan pernah memberikan data sensitif seperti OTP, PIN, atau kata sandi kepada siapa pun.
Laporkan: Jika menemukan indikasi penipuan, segera laporkan ke pihak berwajib, bank, atau platform terkait.
Jika terlanjur tertipu, segera hubungi call center bank untuk memblokir rekening pelaku.
(Banjarmasinpost.co.id/Saifurrahman/kompas)