Kementerian Pekerjaan Umum Gerak Cepat, Jembatan Armco Segera Dibangun di Salah Sirong
IKL February 20, 2026 11:54 PM

PROHABA.CO, BIREUEN – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat merespons kerusakan jembatan darurat di Gampong Salah Sirong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, yang terdampak banjir pada 17 Februari 2026.

Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan Krueng (Sungai) Peusangan meluap hingga 3–4 meter. 

Derasnya arus menggerus dua pondasi pilar jembatan darurat sehingga akses penghubung warga kembali terputus.

Menteri PU, Dody Hanggodo, memastikan pemerintah segera membangun Jembatan Armco sebagai pengganti dengan struktur yang lebih kokoh dan pemasangan lebih cepat.

Baca juga: Gerak Cepat! BPJN Aceh Pulihkan Jalan Sp Uning–Owaq, Akses Aceh Tengah–Gayo Lues Kembali Terbuka

“Kami akan segera menindaklanjuti. Dalam dua sampai tiga hari ke depan, material Jembatan Armco didatangkan khusus dari Jakarta, dimobilisasi ke lokasi, dan langsung dibangun,” ujar Dody.

Sebelumnya, jembatan di Gampong Salah Sirong juga terdampak banjir bandang pada 27 November 2025.

Menteri Dody bahkan telah meninjau langsung lokasi tersebut pada 21 Januari 2026 dan menginstruksikan pembangunan jembatan darurat guna menjaga konektivitas warga.

Sebagai tindak lanjut, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dari Ditjen Bina Marga membangun jembatan darurat sepanjang 180 meter menggunakan konstruksi box container berisi material sirtu dan batu boulder sebagai pondasi, serta struktur kayu batang kelapa sepanjang 6 meter.

Jembatan darurat itu sempat dimanfaatkan masyarakat untuk menghubungkan Gampong Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, dengan Gampong Krueng Simpo, Kecamatan Juli, tepatnya di Dusun Bivak. 

Namun, intensitas hujan ekstrem pada 17 Februari 2026 kembali meningkatkan debit Krueng Peusangan secara signifikan hingga merusak dua pondasi pilar.

Saat ini, Kementerian PU telah melakukan penanganan cepat dengan memasang garis pembatas pengamanan, menurunkan alat berat, serta menyiapkan pembangunan jembatan darurat pengganti menggunakan konstruksi Armco sebanyak 10 unit dengan total bentang sekitar 80 meter.

Jembatan Armco dipilih karena memiliki struktur baja bergelombang yang modular, lebih tahan terhadap arus deras, dan dapat dipasang dalam waktu relatif singkat.

Selain penanganan darurat, Kementerian PU juga menyiapkan desain jembatan rangka permanen sebagai solusi jangka panjang. 

Perencanaan tersebut mempertimbangkan elevasi muka air banjir serta karakteristik hidrologi Sungai Peusangan agar lebih adaptif terhadap potensi banjir ekstrem di masa mendatang.

Menteri Dody turut menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat Bireuen dan warga Salah Sirong.

“Insya Allah, pada kesempatan lain saya akan kembali. Yang jelas, negara selalu hadir dan siap berusaha semaksimal mungkin untuk mengurangi beban masyarakat,” katanya.

Kementerian PU menegaskan komitmennya menjaga konektivitas sebagai urat nadi pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat, terutama di wilayah rawan bencana, agar tidak ada satu pun daerah yang terisolasi.

“Prioritas kami menjaga akses masyarakat tetap terbuka. Begitu terjadi kerusakan akibat banjir susulan, kami langsung turunkan tim dan siapkan solusi yang lebih kuat,” tegas Dody. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.