TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Genap satu tahun kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno, arah pembangunan Jakarta disebut makin menguat dari bawah, berbasis kebutuhan warga, partisipasi publik, dan keberlanjutan lingkungan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun terus memperkuat peran BUMD sebagai motor penggerak pembangunan, termasuk PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro yang menerjemahkan kebijakan menjadi proyek infrastruktur dan pengelolaan aset strategis kota.
Sepanjang tahun pertama, pembangunan disebut tidak hanya berorientasi fisik, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sejumlah aset strategis dioptimalkan, mulai dari operasional LRT Jakarta, Jakarta International Stadium, Taman Ismail Marzuki, hingga Jakarta International Velodrome.
Seluruhnya didorong bukan hanya sebagai infrastruktur, melainkan ruang interaksi sosial yang membuka peluang bagi UMKM, tenaga kerja lokal, sekaligus mendukung target dekarbonisasi kota.
Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, menegaskan setiap proyek harus memberi dampak terukur.
“Kami tidak berhenti pada pembangunan fisik. Aset strategi kota harus hidup, produktif, dan memberi nilai tambah bagi warga,” ucapnya dalam keterangan tertulis.
Penguatan fungsi Jakarta International Stadium terus dilakukan sebagai pusat kegiatan multifungsi.
Tak hanya untuk olahraga internasional, stadion ini juga diarahkan menjadi ruang publik bagi masyarakat.
Pada 25 Januari 2025, Gubernur DKI Jakarta melakukan peletakan batu pertama Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan kawasan JIS dengan Ancol.
Kehadiran JPO ini dinilai penting untuk meningkatkan konektivitas pejalan kaki dan integrasi kawasan.
Di sektor kebudayaan, Taman Ismail Marzuki didorong menjadi kawasan wisata edukatif dan inklusif.
Salah satu capaian yang menyita perhatian ialah diaktifkannya kembali Teater Bintang Planetarium pada 24 Desember 2025.
Langkah ini berdampak pada lonjakan kunjungan, dengan rata-rata 67.000 pengunjung selama periode libur akhir tahun.
Capaian ini memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat kebudayaan di kawasan Asia.
Sementara itu, Jakarta International Velodrome bertransformasi menjadi arena serbaguna.
Venue ini sukses menggelar ajang internasional seperti SEA V League 2025 hingga konser musik internasional.
Transformasi ini menunjukkan aset olahraga bisa dioptimalkan sebagai penggerak ekonomi dan aktivitas sosial tanpa meninggalkan fungsi utamanya.
Di bidang transportasi, progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Rawamangun hampir mencapai 90 persen dengan deviasi progres konsisten positif.
Jakpro juga mendorong kawasan Manggarai sebagai pusat integrasi antarmoda melalui pembangunan Stasiun Manggarai LRT Jakarta Fase 1B.
Stasiun ini akan terintegrasi dengan KRL Commuter Line, KA Bandara, dan TransJakarta, sehingga mempermudah perpindahan moda transportasi.
Integrasi tersebut diharapkan meningkatkan aksesibilitas, membuka peluang ekonomi baru, sekaligus memperkuat nilai kawasan.
Sebagai BUMD, Jakpro turut mendukung target Net Zero Emission 2050 yang dicanangkan Pemprov DKI.
Komitmen ini dijalankan melalui inisiatif JakGreen, yakni kerangka kerja yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam pembangunan dan pengelolaan aset.
Proyek-proyek hijau dipandang penting untuk menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus menjaga kualitas hidup warga.
Melalui pengelolaan aset, konektivitas kawasan, penguatan budaya, hingga proyek ramah lingkungan, Jakpro mengklaim berkontribusi dalam transformasi Jakarta menjadi kota global yang maju dan berdaya saing.
Seluruh langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya membangun Jakarta dari bawah bersama warga, serta untuk masa depan kota yang lebih berkelanjutan.