TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Pelatih PSM Makassar Tomas Trucha geram tak berfungsinya Video Assistant Referee (VAR) saat melawan Persija Jakarta.
PSM Makassar takluk 1-2 dari Persija Jakarta di Jakarta International Stadium (JIS), Jumat (20/2/2026) malam.
Gol PSM Makassar dicetak Sheriddin Boboev menit 37.
Sedangkan dua gol Persija diciptakan Alaaeddine Ajaraie menit 30 dan Maxwell menit 67.
Kini PSM Makassar tertahan di peringkat 13 dengan 23 poin.
Persija menempel pemuncak klasemen Persib Bandung dengan 47 poin.
Baca juga: Susah Payah Kalahkan PSM Makassar di JIS, Persija Patut Berterima Kasih ke Reza Arya
Perangkat pertandingan pun bekerja untuk memperbaiki VAR sebelum kick off dimulai.
“Kita menunggu, menunggu dan hampir dimulai babak pertama, kita tak mendapatkan kabar, masih saja nihil informasi. Sampai kita mendapat pengumuman di papan stadium (VAR tak berfungsi),” ungkapnya saat konferensi pers usai pertandingan, Jumat (20/2/2026).
Menurut pelatih berusia 54 tahun itu, tak adanya VAR membuat laga berjalan berbeda.
Bukan hanya untuk PSM Makasar, tapi bagi Persija juga. Termasuk, kepada perangkat pertandingan dalam mengambil keputusan.
Tomas Trucha kilas balik saat PSM Makassar menjamu Dewa United di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (14/2/2026).
Bek sayap kirinya Victor Luiz diganjar kartu merah oleh wasit setelah meninjau ulang VAR akibat tekel terhadap Ricky Kambuaya di menit 75.
Padahal, Victor Luiz tak berniat mencederai Ricky Kambuaya.
Pemain nomor punggung 22 itu hanya berniat memenangkan duel, bekerja keras, dan bertarung di lapangan.
Hal sama dilihatnya terjadi di laga PSM Makassar vs Persija.
Banyak pelanggaran dilakukan tim lawan kepada anak asuhnya tak berujung kartu.
Andaikata VAR ada, bisa saja wasit mengambil keputusan dengan bagus.
“Jika ada VAR, tentu akan berbeda. Perangkat pertandingan bisa melihat dan menentukan keputusan yang bagus,” keluhnya.
“Baru bisa kita lihat kejadian di hari ini, pertarungan dan duel yang terjadi, wasit bisa lihat dan VAR, bisa melihat ada insiden possible red card,” tambah Tomas Trucha.
Pelatih berpaspor Republik Ceko ini pun meminta penjelasan pihak terkait karena tak berfungsinya VAR.
Menurutnya, hal ini sangat penting. Apalagi menyangkut fair play.
“Ada sembilan pertandingan setiap minggu, VAR harus berfungsi di sembilan pertandingan ini,” pintanya.
Penyerang sayap PSM Makassar Sheriddin Boboev turut mempertanyakan tak berfungsinya VAR.
Kritikannya ini bukan berarti dirinya tak mengakui kekalahan dari Persija.
Justru, sebagai masukan bagi sepak bola Indonesia untuk lebih baik ke depannya.
“Itu yang ingin saya tanyakan, ini bukan komplain hasil pada akhirnya didapatkan. Saya kira Liga Indonesia adalah liga yang sangat kompetitif,” ujarnya.
Terkait pertandingan, Sheriddin mengaku sangat bagus.
Kendati demikian, timnya tak layak kalah.
“Namun, inilah sepak bola. Kita tetap melanjutkan perjalanan kita,” sebut pemain Timnas Tajikistan ini.
Tak Bagus
Tomas Trucha memang mengharapkan pertandingan PSM Makassar kontra Persija berjalan bagus. Mengingat kedua tim merupakan tim besar.
Hal ini pun terjadi sepanjang 90 menit pertandingan. Peluang, tembakan, umpan hingga crossing banyak tercipta.
Namun, ia merasa aneh karena VAR tak berfungsi di pertandingan. Baginya ini sangat tidak bagus bagi sepak bola Indonesia.
“Ini tidak bagus dalam sepak bola Indonesia yang levelnya sudah mulai naik dari tahun ke tahun, di laga ini tak ada VAR,” sebutnya
Padahal, kata dia, pertandingan digelar di Jakarta, Ibu Kota Republik Indonesia.
Ditambah lagi, laga menyajikan dua tim besar dan sarat sejarah.
“Ini juga tidak bagus untuk penonton yang ada di stadion, menonton dari TV, seharusnya VAR berfungsi,” ucap mantan Pelatih Penang FC ini.
Tegakkan Kepala
Tomas Trucha menyampaikan selamat atas kemenangan didapatkan Persija.
Di lain sisi, pemainnya pasti sedih dengan hasil diperoleh.
Paling tidak PSM Makassar sebenarnya bisa mencuri satu poin, tapi kesalahan dibuat dan hukuman pun diberikan oleh Macan Kemayoran.
“Kita punya peluang mengamankan satu poin, tapi kita melakukan satu kesalahan dan kita dihukum dari kesalahan tersebut,” tuturnya.
Namun, Tomas Trucha tak ingin larut dalam kekalahan. Ia meminta anak asuhnya untuk bangkit menatap laga selanjutnya.
“Apa kita lakukan sekarang, melangkah ke depan, tegakkan kepala kita dan bekerja serta bermain sama seperti dilakukan hari ini,” pungkasnya. (*)